Denpasar Tata Pusat Kota hingga Pantai untuk Tarik Wisatawan

Fandi R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Denpasar Tata Pusat Kota hingga Pantai untuk Tarik Wisatawan

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kota Denpasar menempatkan pembangunan sektor pelayanan dasar sebagai prioritas utama. Sektor-sektor ini mencakup pendidikan, kesehatan, pengelolaan lingkungan, penegakan hukum, dan infrastruktur perkotaan. Semua ini diyakini bisa berjalan maksimal seiring peningkatan kapasitas fiskal daerah yang dikelola secara kredibel, transparan, dan akuntabel.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menjelaskan bahwa perbaikan di berbagai sektor—mulai dari kawasan pertumbuhan ekonomi, destinasi pariwisata, hingga kawasan heritage—semuanya mengarah pada satu tujuan utama. Tujuan itu adalah menyediakan infrastruktur yang aman dan nyaman, baik bagi warga maupun wisatawan.

"Ketika wilayah kita aman, nyaman, indah, dan asri, hal itu tentu akan mendorong minat orang untuk berkunjung," kata Eddy Mulya saat ditemui di DPRD Denpasar. Ia menambahkan, "Kehadiran wisatawan yang betah berlama-lama di Denpasar ini secara otomatis akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Denpasar."

Fokus utama pemerintah kota adalah memulai penataan kawasan di objek wisata Sanur, kawasan heritage Kota Denpasar, dan potensi lintas pantai di wilayah Denpasar lainnya. Perhatian khusus diberikan pada kawasan wisata Sanur agar tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif. Tujuannya jelas: wisatawan betah berkunjung lebih lama di Denpasar.

Selain Sanur, penataan juga menyasar kawasan heritage di pusat Kota Denpasar. Lokasinya meliputi Jalan Gajah Mada dan Jalan Sulawesi, serta beberapa wilayah sekitarnya. Kawasan ini diplot sebagai roda penggerak city tour.

Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra, Ida Bagus Yoga Adi Putra, menyatakan bahwa titik kawasan nol Kota Denpasar dan sekitarnya sudah sepatutnya ditata secara estetis dan fungsional. Tujuannya agar tidak meninggalkan sejarah budayanya.

"Kawasan heritage di Kota Denpasar, sebagai pusat kota harus tertata dari segi sarana penunjang seperti program ducting (penurunan kabel-kabel Wi-Fi bawah tanah), perbaikan pedestrian, hingga lampu jalan," jelas Gus Yoga, sapaan akrabnya. Ia menambahkan, "Jika pusatnya sudah bagus, ekonomi dan kreativitas akan tumbuh, serta bisa dikembangkan ke wilayah lainnya."

Gus Yoga juga menekankan bahwa wisata Denpasar ke depan diharapkan tidak hanya bertumpu di kawasan Sanur, Denpasar Selatan. Harapannya, wisata meluas ke sepanjang lintas pantai luar yang potensial, seperti di wilayah Benoa hingga kawasan Denpasar Timur.

"Kita berharap pengembangan dan pembenahan infrastruktur pariwisata ini bisa menjangkau sepanjang lintas pantai kita, termasuk ke kawasan Pantai Serangan dan sekitarnya, agar roda ekonomi merata," pungkasnya.

Secara keseluruhan, upaya penataan ini menunjukkan bahwa pemerintah kota tidak hanya fokus pada satu titik. Ada upaya untuk menyebarkan manfaat ekonomi ke berbagai wilayah Denpasar, dari pusat kota hingga pesisir. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan menjadi daya tarik utama, bukan hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi warga setempat.

pelayanan dasarinfrastruktur perkotaanpariwisatapendapatan asli daerahkawasan heritagepenataan kawasanekonomi merata

Komentar

Memuat komentar...