Gempa Venezuela Tewaskan 3.535 Orang, Pencarian Dihentikan

Nurul H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Gempa Venezuela Tewaskan 3.535 Orang, Pencarian Dihentikan

Gambar atau konten salah?

Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi kembar yang melanda Venezuela terus meningkat. Hingga kini, angka tersebut mencapai 3.535 orang. Di tengah situasi yang masih mencekam, operasi pencarian korban selamat perlahan mulai dihentikan. Tim penyelamat kini beralih fokus pada pemakaman korban dan pembersihan puing-puing bangunan yang runtuh.

Gempa dahsyat itu terjadi pada 24 Juni 2026. Guncangannya meluluhlantakkan wilayah di negara bagian La Guaira, yang terletak di sebelah utara ibu kota Caracas. Ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga saat ini.

Data resmi terbaru mencatat sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka akibat bencana ini. Lebih dari 17.000 warga kehilangan tempat tinggal. Pemerintah setempat belum merilis angka pasti mengenai jumlah korban yang masih tertimbun reruntuhan. Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa hingga 50.000 orang kemungkinan besar belum ditemukan.

Banyak penyintas kini bertahan hidup di kamp-kamp pengungsian sementara. Kamp-kamp tersebut didirikan di berbagai tempat, seperti pinggir jalan, taman umum, dan area parkir.

Fokus bergeser ke pemakaman

Harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis. Akibatnya, tim penyelamat dari berbagai negara mulai meninggalkan Venezuela. Penanganan bencana kini bergeser dari operasi pencarian menuju proses pemakaman korban dan pembersihan puing-puing.

Di sisi lain, keluarga korban terus berupaya mencari jenazah orang-orang terkasih mereka. Mereka berharap bisa memberikan pemakaman yang layak bagi para korban.

Pada 05 Juli 2026, pihak berwenang mulai memakamkan puluhan korban yang belum teridentifikasi. Mereka dimakamkan di kuburan massal. Di pemakaman La Esperanza, La Guaira, terlihat deretan salib putih sederhana berjajar rapi. Setiap salib dihiasi karangan bunga kecil. Masing-masing salib bertuliskan tanggal kematian yang sama, yaitu 24 Juni 2026.

Gempa kembar ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Venezuela baru-baru ini. Kerusakan parah terjadi di La Guaira, dan proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu lama. Pemerintah Venezuela masih harus menangani krisis kemanusiaan yang meluas, termasuk kebutuhan tempat tinggal bagi puluhan ribu warga yang kehilangan rumah.

gempa Venezuelakorban jiwapencarian dihentikanpemakaman massalpuing-puingLa Guairapengungsian

Komentar

Memuat komentar...