Dosen Udayana Dorong Bali Tiru Yogyakarta Hijaukan Kota

Kartika D. · 2 min baca · 1 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
Dosen Udayana Dorong Bali Tiru Yogyakarta Hijaukan Kota

Gambar atau konten salah?

I Nyoman Sunarta, dosen Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, mengajak pemerintah Bali untuk mencontoh Yogyakarta dalam upaya penghijauan kota. Ia menyoroti berkurangnya lahan hijau di Bali, yang menambah panas di kawasan perkotaan.

Pembangunan yang masif di Denpasar membuat suhu kota naik. Sunarta menegaskan bahwa penataan taman kota harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang tepat. Ia mengusulkan agar Bali meniru Yogyakarta, khususnya contoh Malioboro, yang banyak ditanami pohon asam.

“Silakan lihat Jogja. Itu penghijauannya di kota itu pohon asam semua. Dia kembalikan ke Belanda,” kata Sunarta saat ditemui sesudah Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (Baliceb) Periode 2026-2031 di Denpasar, 05 Juni 2023.

Sunarta menjelaskan bahwa pohon asam dipilih karena memiliki banyak stomata yang efektif menyerap karbon dioksida. Selain itu, sistem perakarannya tidak mudah merusak infrastruktur di sekitarnya. Ia juga menyebutkan celagi sebagai pilihan lain yang cocok.

Konsep penghijauan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Sunarta mencontohkan bahwa Yogyakarta telah lama menerapkan sistem ini, sehingga kota terasa lebih teduh dan nyaman.

Ia juga membagikan hasil penelitian yang dilakukannya pada 2018. Menurutnya, perubahan tutupan lahan menjadi beton dan bangunan membuat panas matahari tersimpan lebih lama di kawasan perkotaan. Akibatnya, suhu udara di kota menjadi lebih tinggi dibandingkan wilayah yang masih memiliki banyak ruang hijau.

“Di kota temperaturnya sudah mulai meningkat tajam. Itu karena energi terperangkap di kota, nggak bisa ke mana-mana, sehingga kota menjadi semakin panas,” imbuhnya.

Sunarta menegaskan bahwa penghijauan merupakan langkah sederhana untuk menekan kenaikan suhu di perkotaan. Namun, ia menekankan bahwa vegetasi yang dipilih harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan lingkungan.

“Kalau ingin mengurangi peningkatan temperatur di kota, ya itu penghijauan. Itu kan revegetasi. Cuma vegetasi yang kita perlukan harus vegetasi yang pilih-pilih,” tambahnya.

Ia menyarankan agar penentuan jenis tanaman yang cocok melibatkan para ahli biologi dan lingkungan. Tujuannya agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara maksimal dalam jangka panjang.

Dengan meniru contoh Yogyakarta, Bali dapat memperbaiki kualitas udara dan menurunkan suhu kota melalui penghijauan yang terencana. Langkah ini menunjukkan bahwa solusi sederhana, bila dipilih dengan cermat, dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan penduduk perkotaan.

Penghijauan kotaBaliYogyakartaPohon asamLahan hijauSuhu kotaFakultas Pariwisata

Komentar

Memuat komentar...