Dosen Udayana Dorong Bali Tiru Yogyakarta Hijaukan Kota
Gambar atau konten salah?
I Nyoman Sunarta, dosen Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, mengajak pemerintah Bali untuk mencontoh Yogyakarta dalam upaya penghijauan kota. Ia menyoroti berkurangnya lahan hijau di Bali, yang menambah panas di kawasan perkotaan.
Pembangunan yang masif di Denpasar membuat suhu kota naik. Sunarta menegaskan bahwa penataan taman kota harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang tepat. Ia mengusulkan agar Bali meniru Yogyakarta, khususnya contoh Malioboro, yang banyak ditanami pohon asam.
“Silakan lihat Jogja. Itu penghijauannya di kota itu pohon asam semua. Dia kembalikan ke Belanda,” kata Sunarta saat ditemui sesudah Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (Baliceb) Periode 2026-2031 di Denpasar, 05 Juni 2023.
Sunarta menjelaskan bahwa pohon asam dipilih karena memiliki banyak stomata yang efektif menyerap karbon dioksida. Selain itu, sistem perakarannya tidak mudah merusak infrastruktur di sekitarnya. Ia juga menyebutkan celagi sebagai pilihan lain yang cocok.
Konsep penghijauan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Sunarta mencontohkan bahwa Yogyakarta telah lama menerapkan sistem ini, sehingga kota terasa lebih teduh dan nyaman.
Ia juga membagikan hasil penelitian yang dilakukannya pada 2018. Menurutnya, perubahan tutupan lahan menjadi beton dan bangunan membuat panas matahari tersimpan lebih lama di kawasan perkotaan. Akibatnya, suhu udara di kota menjadi lebih tinggi dibandingkan wilayah yang masih memiliki banyak ruang hijau.
“Di kota temperaturnya sudah mulai meningkat tajam. Itu karena energi terperangkap di kota, nggak bisa ke mana-mana, sehingga kota menjadi semakin panas,” imbuhnya.
Sunarta menegaskan bahwa penghijauan merupakan langkah sederhana untuk menekan kenaikan suhu di perkotaan. Namun, ia menekankan bahwa vegetasi yang dipilih harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan lingkungan.
“Kalau ingin mengurangi peningkatan temperatur di kota, ya itu penghijauan. Itu kan revegetasi. Cuma vegetasi yang kita perlukan harus vegetasi yang pilih-pilih,” tambahnya.
Ia menyarankan agar penentuan jenis tanaman yang cocok melibatkan para ahli biologi dan lingkungan. Tujuannya agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara maksimal dalam jangka panjang.
Dengan meniru contoh Yogyakarta, Bali dapat memperbaiki kualitas udara dan menurunkan suhu kota melalui penghijauan yang terencana. Langkah ini menunjukkan bahwa solusi sederhana, bila dipilih dengan cermat, dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan penduduk perkotaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Revisi Perpres Karbon Pulihkan Kepercayaan Investor
Putra Bob Marley Wujudkan Mimpi Sang Ayah Lewat Kopi
Sultan HB X Basuh Muka di Sumber Air Sragen
Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi per 1 September 2026
Kapal Wisata Terbalik di Phu Quoc, 15 Turis India Tewas
Banjir di China, Ratusan Ular Berbisa Kabur ke Pemukiman
Berita Terbaru
Garuda Indonesia Ubah Sistem Bagasi per 1 September 2026
Marc Marquez Pole di MotoGP Jerman, Bezzecchi Cedera
Warga Malang Mulai Borong Alat Tulis Jauh Sebelum Sekolah
Ledakan Toko Bangunan di Purwakarta, Satu Tewas
Prabowo: 3-4 Tahun Lagi RI Bisa Hasilkan Bensin dari Tanaman
PS Bhayangkara Polda Babel Juara Umum Silat IPSI Cup
Sensus Ekonomi Aceh Capai 50 Persen, Tertinggi Nasional
Bos Robbak Bon Utang Karyawan, Restoran Malah Makin Laris
