DR Kongo Pindahkan Latihan ke Belgia, Sambil Hadapi Ebola
Gambar atau konten salah?
Piala Dunia 2026 sudah semakin dekat, namun di balik antusiasme itu, Republik Demokratik Kongo sedang menghadapi krisis kesehatan. Virus Ebola kembali menyerang wilayah timur negara tersebut, menimbulkan kekhawatiran bagi persiapan tim nasional sepak bola.
Menurut laporan BBC, wabah ini telah menewaskan lebih dari 130 orang. Penyebaran virus terlihat di daerah yang masih sulit dijangkau, sehingga menambah beban bagi tenaga medis.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kasus ini sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Meski demikian, WHO belum menandai situasi ini sebagai pandemi.
Keadaan ini mengganggu rencana pelatihan tim nasional, yang semula akan diselenggarakan di pusat latihan di ibukota Kinshasa. Rencana tersebut harus dibatalkan demi keselamatan pemain dan staf.
Oleh karena itu, Leopards akan memindahkan latihan ke Belgia. Semua pemain dan staf akan menjalani pemeriksaan kesehatan ketat sebelum berangkat.
Tim nasional akan menghadapi dua pertandingan persahabatan sebelum menuju Piala Dunia. Pertandingan pertama melawan Denmark dijadwalkan pada 03 Juni 2023 di Belgia, diikuti oleh pertemuan dengan Chile pada 09 Juni 2023 di Spanyol.
DR Kongo masuk ke Grup K Piala Dunia 2026 bersama Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia. Hingga saat ini, tidak ada indikasi bahwa negara tersebut akan dicoret dari kompetisi.
Wabah Ebola menambah tekanan pada persiapan DR Kongo, namun langkah cepat memindahkan latihan dan memonitor kesehatan pemain menunjukkan upaya negara untuk tetap bersaing di panggung internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
