E. coli di Laut Gili Trawangan: Pencemaran Mendekati Merah

Putri N. · 2 min baca · 1 jam lalu · 30 dibaca
Bisik.id
E. coli di Laut Gili Trawangan: Pencemaran Mendekati Merah

Gambar atau konten salah?

Bakteri Escherichia coli (E. coli) ditemukan di perairan laut Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat. Temuan ini menambah perhatian pada pencemaran laut yang sudah mendekati zona merah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan, A Koswara, menyatakan Gili Trawangan adalah kawasan konservasi laut. Namun, aktivitas pariwisata yang sangat tinggi mengganggu ekosistem. “Gili Trawangan adalah kawasan konservasi laut. Namun, aktivitas pariwisata di sana sudah luar biasa ya dan ini mengganggu ekosistem konservasi yang ada di wilayah itu. Levelnya sudah mendekati warna merah,” ujarnya pada acara World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026 di Peninsula Island, The Nusa Dua, Badung, Minggu (7 Juni 2026).

Menurut Koswara, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menandatangani MOU dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Kami sudah melakukan MOU juga dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat ya untuk melakukan atau menguatkan penanganan sampah ini,” jelasnya. Tindakan ini dimaksudkan untuk memperkuat upaya mengurangi sampah di kawasan tersebut.

Direktur Konservasi WWF-Indonesia, Dewi Lestari Yani Rizki, menambahkan bahwa tingkat pencemaran yang mendekati zona merah dapat memengaruhi kesehatan manusia serta ekosistem laut. “Artinya adalah sampah atau polusi yang terjadi di laut itu sudah membahayakan terhadap kesehatan, bukan hanya kesehatan biota laut, tetapi kepada kesehatan manusia juga,” kata Dewi.

Informasi tentang keberadaan bakteri E. coli di perairan Gili Trawangan membuat isu pencemaran laut semakin mendesak. “Tadi saya juga baru dengar dari Pak Dirjen bahwa menurut penelitian sudah sampai E. coli sudah sampai di laut, makanya itu perlu kita tangani bersama dengan KKP,” ungkap Dewi.

WWF akan berdiskusi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta mitra pembangunan lainnya untuk merumuskan langkah penanganan. “Kita akan berdiskusi bersama-sama juga dengan mitra pembangunan lainnya untuk menangani hal tersebut. Kita belum ada sih sampai saat ini untuk yang masalah e-coli yang tercemar di laut itu, ya,” tambah Dewi.

Peristiwa ini menandai pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga kebersihan laut. Pencemaran laut di Gili Trawangan, yang sudah menjadi tujuan wisata populer, memerlukan tindakan cepat agar tidak menurunkan kualitas air dan kesehatan manusia yang berkunjung.

Dengan adanya MOU dan rencana diskusi, diharapkan upaya pengelolaan sampah dan pencemaran dapat diselaraskan. Penanganan bakteri E. coli di laut menjadi indikator penting bagi kesehatan lingkungan dan manusia di wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat.

Komentar

Memuat komentar...