Enam Sunnah Nabi Sebelum Sholat Idul Adha yang Harus Diketahui

Bambang W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
Enam Sunnah Nabi Sebelum Sholat Idul Adha yang Harus Diketahui

Gambar atau konten salah?

Hari Raya Idul Adha, selain dikenal dengan tradisi penyembelihan hewan kurban, dimulai dengan pelaksanaan sholat Idul Adha. Ibadah ini memiliki beberapa sunnah yang dianjurkan untuk diikuti, terutama sebelum menunaikan sholat. Berikut adalah enam sunnah Nabi Muhammad SAW sebelum sholat Idul Adha.

  1. Mengumandangkan Takbir
  2. Memperbanyak Doa dan Dzikir
  3. Melakukan Sholat Sunnah 2 Rakaat
  4. Tidak Makan Sebelum Sholat
  5. Mandi dan Memakai Pakaian Terbaik
  6. Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat dan Mengambil Rute yang Berbeda

Takbir adalah salah satu sunnah yang dianjurkan saat memasuki Hari Raya Idul Adha. Tradisi ini biasanya dimulai setelah matahari terbenam pada tanggal 9 Dzulhijjah atau setelah sholat maghrib hingga pelaksanaan sholat Id keesokan harinya. Anjuran bertakbir ini tercantum dalam firman Allah SWT pada Surat Al Baqarah ayat 185: وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥. Artinya: “Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Menurut Majalah Suara Muhammadiyah, takbir yang dilantunkan selama Idul Adha dianjurkan untuk tetap dibaca hingga berakhirnya hari Tasyrik. Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari setelah Idul Adha, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada waktu-waktu tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Memperbanyak Doa dan Dzikir juga menjadi bagian penting malam Idul Adha. Malam ini dipenuhi keberkahan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memohon ampunan. Selain itu, malam takbiran menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah diri atas segala tindakan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Melakukan Sholat Sunnah 2 Rakaat merupakan amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam Idul Adha. Dari laman Nahdlatul Ulama Jombang, amalan ini termasuk bentuk qiyamul lail yang dianjurkan Rasulullah SAW agar seorang Muslim senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT pada malam hari raya. Rasulullah bersabda: مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ. (رواه الشافعي وابن ماجه) Artinya: “Siapa saja yang menghidupkan malam dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, maka hatinya tidak akan mati ketika hati manusia lain menjadi mati.” (HR As-Syafi'i dan Ibnu Majah). Meski sebagian ulama menilai hadis tersebut berderajat dhaif, amalan qiyamul lail pada malam lebaran tetap diperbolehkan untuk diamalkan. Ibadah ini diyakini memiliki keutamaan, yakni membantu menenangkan hati dan mendapat keberkahan.

Tidak Makan Sebelum Sholat adalah anjuran yang paling sering menjadi pertanyaan. Sebelum melaksanakan sholat Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk tidak makan terlebih dulu. Dari laman Kemenag Sumatera Selatan, dalam suatu riwayat hadits dijelaskan bahwa kebiasaan tidak makan sebelum sholat Idul Adha selalu dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Riwayat hadits yang menjadi dasar sunnah ini adalah: “Dan janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia sholat dulu.” (HR At Tirmidzi Nomor 542). Menurut pendapat ulama, perbedaan kebiasaan tersebut melambangkan esensi masing-masing hari raya. Pada Idul Fitri, umat Islam telah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan sehingga dianjurkan untuk makan lebih dulu sebagai bentuk rasa syukur. Sedangkan pada Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk menunda makan sampai waktu sholat berakhir, untuk nantinya menikmati daging kurban dan mendahulukan ibadah.

Mandi dan Memakai Pakaian Terbaik juga menjadi bagian penting sebelum sholat Id. Umat Islam dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu sebagai bentuk sambutan terhadap hari raya dalam keadaan suci. Selain mandi, umat Islam dapat memakai pakaian terbaik yang dimiliki saat hari raya. Pakaian yang digunakan tidak harus baru, cukup pakaian yang bersih, rapi, dan sopan. Dengan begitu, suasana hari raya dapat terasa lebih khidmat. Kebiasaan lain yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW sebelum melaksanakan sholat Id adalah berjalan kaki menuju tempat sholat jika memungkinkan. Kebiasaan ini menunjukkan kesederhanaan, meski pada saat itu umat Islam sedang merayakan hari besar. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan melewati jalan yang berbeda saat perjalanan pulang. Kebiasaan ini merupakan upaya dalam mempererat silaturahmi dengan banyak orang.

Dengan mengikuti enam sunnah tersebut, umat Islam dapat memulai hari raya Idul Adha dengan penuh kesungguhan dan kebersamaan. Setiap amalan memiliki makna yang mendalam, baik itu sebagai bentuk pengagungan, refleksi diri, atau mempererat hubungan sosial. Melalui takbir, doa, sholat sunnah, menunda makan, mandi, berpakaian rapi, serta berjalan kaki, kita dapat menyalurkan rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama. Semua langkah ini mengingatkan kita bahwa Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan sosial.

Idul AdhaSunnah SholatTakbirDoa dan DzikirSholat Sunnah 2 RakaatMandi dan Pakaian TerbaikJalan Kaki ke Masjid

Komentar

Memuat komentar...