England Siap Hadapi Panas Piala Dunia 2026 di AS dengan Kapten Kane
Gambar atau konten salah?
Timnas Inggris akan bermain di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat. Kapten The Three Lions, Harry Kane, mengatakan tidak ada masalah dengan suhu di negara tersebut.
Di Grup L, Inggris bersaing dengan Kroasia, Ghana, dan Panama. Pertandingan pertama akan di AT&T Stadium pada 17 Juni 2026 melawan Kroasia. Selanjutnya, 23 Juni 2026, mereka bertemu Ghana di Gillette Stadium. Akhirnya, 27 Juni 2026, akan ada duel dengan Panama di MetLife Stadium.
Perkiraan suhu di AS berkisar antara 25 derajat Celsius hingga 35 derajat Celsius selama turnamen. Beberapa wilayah diprediksi mencapai 39 derajat Celsius. Kane menilai bahwa jeda minum membantu timnya menghadapi panas.
“Jeda minum sangat membantu. Banyak orang membicarakan tentang cuaca panas, tetapi saya rasa itu tidak akan menjadi faktor yang sebesar perkiraan sebagian orang,” kata Kane, seperti dikabarkan oleh BBC. Ia menambahkan, “Saya pribadi dan beberapa pemain yang sudah berlatih cukup lama di kondisi ini merasa baik‑baik saja hari ini. Kami semua adalah atlet, kami semua profesional, dan sudah pernah bermain dalam kondisi cuaca hangat sebelumnya.”
England sudah mencoba bermain di AS dengan menutup pertandingan melawan Selandia Baru. Di Raymond James Stadium, Tampa, mereka menang 1‑0. Kane menjadi penentu kemenangan tersebut.
Dengan pengalaman di pertandingan AS dan kesiapan menghadapi suhu tinggi, Inggris menyiapkan diri untuk meraih tiket ke babak gugur. Keberhasilan di Grup L akan bergantung pada konsistensi pemain dan kemampuan menyesuaikan diri dengan cuaca panas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
