Erina Selesai Master, Magang UNESCO, Jadi Ibu Bebingah
Gambar atau konten salah?
Erina Gudono mengumumkan lewat media sosialnya bahwa ia telah menyelesaikan gelar master di University of Pennsylvania (UPenn) dengan IPK 4,0. Pada 24 Mei 2026, ia menulis bahwa ia juga telah menyelesaikan magang di UNESCO dan sekaligus menjadi ibu Bebingah.
“Alhamdulillah I completed my first master's degree at University of Pennsylvania, and my intern work at UNESCO. But the greatest joy of that journey was becoming Bebingah's mother.. carrying her, welcoming her into the world, and raising her in the middle of my studies (Alhamdulillah saya telah menyelesaikan gelar magister pertama di Universitas Pennsylvania dan magang di UNESCO. Akan tetapi, kebahagiaan dari perjalanan tersebut adalah menjadi ibu Bebingah... menggendongnya, menyambutnya hadir ke dunia, dan membesarkannya di tengah studi saya,” jelasnya melalui unggahan Instagram pada Minggu (24 Mei 2026).
Erina menegaskan bahwa perjalanan akademinya tidak lepas dari kehadiran suami, keluarga, dan teman-teman. Ia mengakui bahwa semua dukungan tersebut membuat setiap malam yang penuh tugas, jurnal, dan deadline menjadi lebih ringan.
“My husband is my greatest supporter from day 1, and I truly could never say enough thank you for him. None of this would have been possible without the endless love and support of my husband, family, and friends who carried me through every exhausting and beautiful moment (Suami saya adalah pendukung terbaik sejak hari pertama dan saya sungguh tidak akan cukup berterima kasih kepadanya). Semua ini tidak akan terwujud tanpa cinta dan dukungan tak terhingga dari suami, keluarga, dan teman-teman yang menemani saya melewati setiap momen melelahkan dan indah,” ungkap istri Kaesang Pangarep itu.
Erina lahir di Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 11 Desember 1996. Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelum melanjutkan ke UPenn. Di sana, ia meraih gelar Master of Science. Selama studinya, ia juga aktif menorehkan berbagai penghargaan di dunia pendidikan.
Penghargaan yang pernah diraih Erina:
- Best Group, Showa University Jepang – 01 Juli 2018
- 2nd Runner Up International Gadjah Mada Business Case Competition, UGM – 01 Maret 2018
- 1st Runner Up National Tourism Case Competition, Padjajaran University, Management Student Association – 01 November 2017
- 1st Winner National Case Competition Universitas Udayana Bali bekerja sama dengan Krisna Holding Company – 01 Oktober 2017
- Best Group Idea Presentation, XL FutureLeaders Challenge – 01 Oktober 2017
- 1st Winner National Marketing Plan Competition, Institut Pertanian Bogor bekerja sama dengan GOERS mobile apps – 01 September 2017
- Harvard World Model United Nations, ECOSOC Council – 01 Juli 2017
- Perwakilan Indonesia dan UGM di Harvard World Model United Nations (WorldMUN) – 01 Juli 2017
- 1st Winner Marketing Competition Institut Pertanian Bogor – 01 Mei 2017
- Marketing Competition IPB, bekerja sama dengan GOERS mobile application – 01 Mei 2017
- 1st Winner National Business Plan Competition Universitas Muhammadiyah Yogyakarta – 01 Mei 2017
- 1st winner National Business Plan Competition, National Business Plan Competition – 01 April 2017
- 2nd Runner Up Eureca Business Plan Competition, Prasetiya Mulya Business School – 01 Februari 2017
- Most Social Spirited Scholar Award, Economics and Business Award – 01 Januari 2017
Dengan kombinasi prestasi akademis dan pengalaman magang di lembaga internasional, Erina menunjukkan bahwa ia mampu menyeimbangkan tanggung jawab keluarga dan karier. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana seseorang dapat menggabungkan pendidikan tinggi, kerja profesional, dan peran sebagai ibu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
