FIBA Pusatkan Basketball for Good di 5 Wilayah
Gambar atau konten salah?
FIBA menegaskan komitmennya untuk mendorong perkembangan basket akar rumput di Indonesia melalui program Basketball for Good.
Program ini ditujukan langsung ke pengembangan basket usia dini di lima wilayah: Banten, Makassar, Lubuk Linggau, Kendari, dan Samarinda. Pilihan wilayah ini didasarkan pada potensi dan kebutuhan lokal.
Inisiatif ini merupakan bagian dari FIBA Foundation, yang mengusung pendekatan Sport for Development and Peace (SDP). Tujuannya tidak sekadar mengajarkan teknik bermain basket, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan hidup anak-anak.
Program Basketball for Good akan dimulai pada 06 Mei 2026 dan berlangsung hingga Oktober 2026. Selama periode ini, 100 sekolah dasar di lima wilayah akan menjadi target implementasi. Selain itu, 100 guru olahraga akan menerima pelatihan Training of Teachers (ToT).
Para guru akan mengedukasi lebih dari 3.000 siswa melalui kurikulum berbasis Basketball for Good Playbook. Materi yang disampaikan meliputi sesi permainan basket, latihan kelincahan, dan edukasi gaya hidup sehat.
"Di Indonesia, kami melihat bagaimana pendekatan ini mampu memberikan dampak nyata bagi anak-anak, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental dan sosial," kata Patrick Mariller di Menara Danareksa, Jakarta, Rabu (06 Mei 2026).
Kerja sama ini juga mendapat dukungan dari anggota Board FIBA, Erick Thohir. Menurut Erick, program tersebut sejalan dengan agenda pembangunan olahraga nasional, termasuk Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). "Program ini menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi alat perubahan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka akses lebih luas bagi anak-anak di berbagai daerah," ujarnya.
Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban, menilai olahraga punya peran besar dalam perkembangan anak. "Kami percaya olahraga adalah guru terbaik dalam kehidupan. Bersama FIBA, kami ingin menghadirkan dampak yang lebih luas melalui pengembangan holistik anak-anak Indonesia," katanya.
Program Basketball for Good sudah pernah dijalankan di beberapa kota sebelum ekspansi tahun ini, yaitu Timika, Mataram, Kulon Progo, Sumbawa Barat, dan Ambon. Di sana, program telah menjangkau 58 sekolah, 117 guru, dan 1.770 siswa.
Keberhasilan di kota-kota tersebut menjadi modal bagi FIBA untuk memperluas pengembangan basket akar rumput di Indonesia pada 2026. Melalui program ini, FIBA ingin menegaskan perannya bukan hanya sebagai badan pengatur basket dunia, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial lewat olahraga.
Dengan melibatkan ribuan siswa, ratusan guru, dan dukungan dari organisasi besar, inisiatif ini menandai langkah konkret dalam memanfaatkan olahraga sebagai alat pembangunan karakter dan kesehatan bagi generasi muda Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Beavers Tournament 2026: 1.433 Pemain Bertarung
Indonesia Kirim Tiga Tim ke FIBA 3x3 Batam Stop 2026
Timnas 3x3 Putri Siap Tempur di China
Buford Akui Boros Bola, Janji Pelita Jaya Lebih Rapi di Game 2 IBL
Pelita Jaya Siap Hadapi Bogor Hornbills di Final IBL 2026
Pelita Jaya Siap Balas Dendam, Hadapi Bogor Hornbills di IBL
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai