FIFA Perpanjang Larangan Prestianni ke Kompetisi Dunia
Gambar atau konten salah?
FIFA telah menyetujui permintaan UEFA agar hukuman larangan bermain bagi pemain Gianluca Prestianni berlaku di semua kompetisi dunia. Keputusan ini membuat Prestianni berisiko tidak bisa tampil di laga awal Piala Dunia 2026.
Hukuman enam laga tersebut dijatuhkan oleh UEFA pada 24 April 2024 setelah Prestianni dinyatakan bersalah menghina Vinicius Junior, penyerang Real Madrid. Insiden terjadi saat leg pertama playoff Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon pada 1 Februari 2024, ketika Benfica kalah 1-0.
Vinicius melaporkan Prestianni kepada wasit karena ia dikatakan melontarkan hinaan rasis, sehingga memicu protokol anti rasisme. Namun, bukti langsung sulit terbukti karena Prestianni menutup mulutnya dengan jersey saat mengumpat ke Vinicius.
Setelah penyelidikan, terungkap bahwa Prestianni menyebut Vinicius sebagai “homo” dan tidak menggunakan hinaan rasis. Hukuman enam laga tersebut didasarkan pada pelanggaran ejekan anti‑gay, bukan tuduhan rasisme.
Hukuman ini tidak hanya berlaku di kompetisi Eropa. FIFA menyatakan, “Komite Disiplin FIFA telah memutuskan untuk memperpanjang larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, agar berlaku di seluruh kompetisi dunia.”
Dengan sanksi ini, Prestianni bisa terpaksa absen di dua laga Piala Dunia 2026 jika dipanggil oleh pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni. Sisa hukuman hanya mencakup dua pertandingan sebelum larangan berakhir.
Prestianni sudah memiliki pengalaman bermain untuk Argentina. Ia debut dalam laga uji coba melawan Angola pada 12 November 2023 dan dipanggil pada jeda internasional terakhir pada 15 Maret 2024, meski tidak dimainkan saat pertandingan melawan Zambia.
Keputusan FIFA ini bisa menjadi pertimbangan bagi Scaloni untuk tidak menyertakan Prestianni dalam skuad Piala Dunia 2026, terutama karena Argentina memiliki banyak pilihan pemain di lini depan.
Secara keseluruhan, sanksi global terhadap Prestianni menambah ketidakpastian bagi kariernya di ajang internasional, sekaligus menyoroti pentingnya disiplin perilaku di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
