FIFA Siapkan Protokol Rasisme Piala Dunia 2026 Serta
Gambar atau konten salah?
FIFA menegaskan bahwa rasisme tidak akan ditoleransi di Piala Dunia 2026. Untuk itu, federasi sepak bola dunia sudah menetapkan tiga protokol yang akan diterapkan langsung di lapangan.
Protokol pertama memberi pemain cara cepat memberi sinyal kepada wasit. Pemain dapat membentuk simbol X dengan tangan. Sinyal ini langsung memberi tahu wasit bahwa ada tindakan rasisme.
Setelah menerima sinyal, wasit memiliki dua opsi. Pertama, wasit dapat menghentikan pertandingan sementara, dengan batas maksimal 15 menit. Kedua, jika pelecehan berlanjut secara agresif, wasit dapat memutuskan untuk menghentikan permainan sepenuhnya.
Protokol ketiga menegaskan bahwa pemain tidak boleh menutup mulut saat terjadi aksi rasisme. Langkah ini dimaksudkan agar tidak ada dugaan kata-kata rasis yang tidak terdeteksi.
Semua 211 asosiasi anggota FIFA sudah menerima sosialisasi protokol ini dan menyetujuinya. Dengan ketiga langkah tersebut, FIFA berharap Piala Dunia 2026 dapat berlangsung dalam suasana yang aman dan kondusif.
FIFA telah menyiapkan mekanisme cepat dan jelas untuk menanggulangi rasisme, menunjukkan komitmen federasi terhadap nilai keadilan dan inklusivitas dalam sepak bola.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
