Furtasan Usulkan PTN Seleksi Mahasiswa Hanya Dua Jalur
Gambar atau konten salah?
Jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN) masih menjadi perdebatan di kalangan perguruan tinggi di Indonesia. Banyak PTN membuka jalur mandiri dalam berbagai macam format, sehingga kebijakan seleksi nasional menjadi rumit.
Anggota Komisi X DPR RI, Furtasan Ali Yusuf, mengusulkan agar Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) hanya dilakukan dalam dua jalur: Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). “Jadi teman-teman perguruan tinggi swasta itu mengusulkan hanya dua jalurlah yang dilakukan ke depan. Kira-kira begitu. Berbasis prestasi, tinggal dicek aja prestasi akademik atau nonakademik, lalu berbasis seleksi,” jelas Furtasan dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, yang disiarkan ulang di YouTube TVR Parlemen pada 04 Juni 2026.
Ia menilai bahwa jalur mandiri di PTN diolah menjadi banyak jenis, mulai dari berbasis rapor hingga berbasis tes. Menurutnya, inti dari jalur mandiri tetap sama: prestasi pendaftar dan hasil tes. “Sebenarnya acuan dalam jalur mandiri juga sama saja, yakni prestasi pendaftar dan hasil tes,” tambahnya.
Furtasan juga mengusulkan agar proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di PTN selesai pada akhir Juni. Ia menyebutkan bahwa ada permohonan dari beberapa pimpinan perguruan tinggi yang mengatakan batas seleksi pada 31 Juli 2026 masih terlalu lama. “Kira-kira begitu, Pak Menteri. Jadi mohon ditarik kembali sekiranya bisa dimungkinkan di bulan Juni,” ungkapnya.
Ia menilai, SNPMB yang berlangsung dari Februari hingga Juni sudah cukup untuk penerimaan mahasiswa PTN. “Kalau hitung-hitung waktunya kan Februari Maret SNBT itu ya. Terus Maret, April gitu, lalu April, Mei, masih Juni masih cukuplah saya kira begitu,” ucapnya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto, menanggapi usulan tersebut dengan mengatakan akan mendiskusikannya kembali dengan jajarannya. “Nanti kami akan bicarakan juga tadi sudah didengarkan oleh Pak Ketua (Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok), mohon nanti kami tindak lanjuti usulan lebih lanjut dari Bapak Furtasan,” kata Brian.
Usulan ini menyoroti upaya untuk menyederhanakan proses seleksi mahasiswa baru di PTN, dengan mengurangi jumlah jalur dan mempercepat jadwal seleksi. Jika diadopsi, perubahan ini dapat mempermudah calon mahasiswa dan perguruan tinggi dalam mengelola penerimaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
