Garuda Kalah 0-1 ke Bulgaria, Penalty Marin Petkov

Dedi S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Garuda Kalah 0-1 ke Bulgaria, Penalty Marin Petkov

Gambar atau konten salah?

Final FIFA Series menempatkan Timnas Indonesia melawan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pada Senin, 30 Maret 2026, Garuda kalah 0‑1 setelah gol penalty Marin Petkov pada menit ke-37.

Hanya enam tembakan yang dipakai Indonesia selama 90 menit. Dari semua percobaan, hanya satu yang mencapai sasaran. Sementara itu, tim Merah Putih mencatatkan empat umpan kunci, meski menguasai bola sebanyak 71 %.

Definisi pertahanan Bulgaria sulit ditembus. Di daerah sepertiga akhir, Indonesia jarang mengirim umpan terobosan ke tengah pertahanan atau menusuk kotak penalti. Serangan Indonesia terasa monoton, memaksa Bulgaria bermain melebar di sisi sayap. Tidak ada crossing yang tepat sasaran; sembilan umpan silang tidak menghasilkan peluang.

Herdman memulai pertandingan dengan menempatkan Joey Pelupessy dan Calvin Verdonk di posisi gelandang tengah. Keduanya bukan tipe kreator serangan. Di sisi sayap, Nathan Tjoe‑A‑On dan Ragnar Oratmangoen berada di kiri, sementara Kevin Diks dan Ole Romeny di kanan. Romeny, yang biasanya lebih aktif di sisi sayap, jarang menjemput bola ke lini kedua.

Di laga sebelumnya melawan Saint Kitts & Nevis, Romeny berperan sebagai pemain nomor 10. Gol pertama Beckham Putra ke gawang Saint Kitts & Nevis berasal dari umpan terukur Romeny dari lini kedua.

Indonesia menghadapi kekurangan gelandang kreatif di FIFA Series ini. Di lini tersebut hanya tersisa Ivar Jenner, Joey, Verdonk, Jordi Amat, dan Eliano Reijnders. Nama seperti Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Ricky Kambuaya masih menjadi opsi untuk pertandingan FIFA Matchday berikutnya.

Dengan skor 0‑1, Garuda menutup turnamen tanpa kemenangan. Keputusan taktik, keterbatasan kreatif, dan ketidakseimbangan serangan menjadi faktor utama. Meskipun demikian, Indonesia tetap menunjukkan dominasi bola dan kontrol atas pertandingan, menandai pengalaman berharga bagi pemain muda di panggung internasional.

Indonesia vs BulgariaFIFA Seriespenaltykreatifitas gelandangtaktik Herdmankontrol bolaserangan monoton

Komentar

Memuat komentar...