Getafe Raih Tiket Europa League Meski Dominasinya Rendah
Gambar atau konten salah?
Getafe kembali mencuri perhatian di La Liga musim 2025/2026 setelah berhasil menempati tiket Liga Europa League. Klub asal Coliseum, yang belum pernah tampil di kompetisi Eropa selama tujuh tahun terakhir, menunjukkan performa yang menantang bagi para pengamat.
Keberhasilan ini terasa lebih mengejutkan ketika dipertimbangkan bahwa José Bordalás telah lama menjadi sasaran kritik. Gaya taktiknya yang keras dan agresif seringkali diartikan sebagai pengingat era sepakbola lama, di mana duel fisik, pertahanan rapat, dan intensitas tinggi lebih diutamakan daripada permainan atraktif.
Namun, pendekatan tersebut ternyata sangat sesuai dengan karakter skuad Getafe saat ini. Bordalás berhasil menanamkan semangat bertarung dalam setiap pemain, menjadikan tim ini salah satu yang paling merepotkan bagi lawan di liga.
Statistik musim ini memperlihatkan sisi lain dari tim ini. Menurut catatan Marca, Getafe hanya mencatat rata‑rata 40,1 persen penguasaan bola selama 38 pertandingan, menjadikannya tim dengan penguasaan terendah di Spanyol. Meski jarang menguasai bola, mereka tetap mampu mengalahkan tim yang tampak lebih dominan di lapangan.
Produktivitas gol juga berada di bawah rata‑rata. Getafe mencetak hanya 32 gol dalam 38 pertandingan, menjadikan mereka tim dengan jumlah gol terburuk kedua di La Liga musim ini. Angka-angka ini biasanya identik dengan tim papan bawah atau kandidat degradasi, namun Getafe justru berhasil finis di zona Eropa.
Salah satu kekuatan utama tim ini terletak pada pertahanan rapat dan intensitas permainan. Data La Liga menunjukkan bahwa Getafe menjadi tim dengan rata‑rata 15,2 foul per pertandingan musim ini, serta menerima 106 kartu kuning, posisi kedua terbanyak di liga. Meski sering dicap bermain kasar, Bordalás menilai pendekatan ini merupakan bagian dari kecerdikan membaca permainan dan komitmen penuh pemain di lapangan.
Keberhasilan Getafe lolos ke kompetisi Eropa menjadi cerita unik di musim ini. Di tengah banyaknya tim yang mengandalkan dominasi penguasaan bola dan produktivitas tinggi, Getafe membuktikan bahwa sepakbola dapat dimenangkan dengan disiplin, pertahanan kuat, dan semangat bertarung.
Bordalás sekali lagi menunjukkan bahwa statistik hanyalah angka di atas kertas. Pada akhirnya, hasil akhir ditentukan di lapangan, bukan di spreadsheet.
Intinya, perjalanan Getafe musim ini menegaskan bahwa strategi yang berbeda dari norma dapat membawa tim ke puncak kompetisi. Dengan disiplin, pertahanan solid, dan tekad juang, mereka berhasil menembus batasan statistik tradisional dan meraih tiket ke Liga Europa League.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
