Gibran Dengar Keluhan Jalan Rusak di Lampung

Dian P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Gibran Dengar Keluhan Jalan Rusak di Lampung

Gambar atau konten salah?

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengaku setiap kali datang ke Lampung, keluhan yang paling sering ia dengar adalah soal jalan rusak. Hal ini disampaikan saat berdialog dengan warga dan petani di Dusun III, Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, pada Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Gibran, kondisi jalan yang buruk langsung berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menyebut persoalan infrastruktur ini menjadi aspirasi utama yang akan ia bawa ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.

"Saya kalau ke Lampung pasti keluhannya itu, jalan. Nanti masalah infrastruktur, masalah singkong dan lain-lain, kami konsultasikan lagi ke pimpinan ya, biar mendapatkan atensi khusus untuk Lampung ini," kata Gibran.

Gibran menilai persoalan jalan tidak seharusnya menjadi ajang saling menyalahkan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten atau kota. Menurutnya, masing-masing daerah memiliki keterbatasan anggaran sehingga perlu campur tangan pemerintah pusat.

"Masalah jalan, aspal, ini saya kira tidak perlu lempar-lemparan ke gubernur atau bupati. Ini kan masing-masing daerah memang ada keterbatasan anggaran, keterbatasan fiskal," ujarnya.

Karena itu, Gibran memastikan pemerintah pusat akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat perbaikan ruas-ruas jalan yang dinilai penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

"Nanti kami coba usahakan agar titik-titik jalan yang memang diperlukan untuk diperbaiki, terutama yang menopang kegiatan ekonomi, akan kami prioritaskan," ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga meninjau Jembatan Way Bungur yang rusak sejak 2016. Ia mengaku prihatin karena selama bertahun-tahun warga, termasuk pelajar, harus menyeberangi sungai menggunakan perahu akibat putusnya akses tersebut.

Gibran mengatakan pembangunan jembatan darurat ditargetkan selesai dalam dua pekan agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Sementara pembangunan jembatan permanen akan dilakukan setelah proses koordinasi dengan pemerintah daerah rampung.

"Jembatan daruratnya dua minggu lagi jadi. Jembatan permanennya juga akan segera dibangun, tapi yang namanya pembangunan tentu membutuhkan sinergi dengan kepala daerah," pungkasnya.

Keluhan jalan rusak di Lampung bukanlah hal baru. Selama bertahun-tahun, warga di beberapa daerah harus berhadapan dengan infrastruktur yang tidak memadai, yang menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi. Jembatan Way Bungur yang rusak sejak 2016 menjadi contoh nyata bagaimana akses yang terputus memaksa warga dan pelajar menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai. Gibran berjanji akan mengupayakan perbaikan, terutama pada titik-titik jalan yang menopang kegiatan ekonomi, dengan prioritas pada kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

jalan rusakLampunginfrastrukturGibran Rakabuming Rakapemerintah pusatperbaikan jalanekonomi

Komentar

Memuat komentar...