TUKS Petrokimia Gresik Raih Pelabuhan Terbaik Nasional

Arif S. · 3 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
TUKS Petrokimia Gresik Raih Pelabuhan Terbaik Nasional

Gambar atau konten salah?

Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri yang menjadi anggota holding Pupuk Indonesia, baru saja dinobatkan sebagai Pelabuhan Terbaik Nasional. Penghargaan ini diberikan dalam ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyerahkan langsung penghargaan tersebut. Acara puncak GSPI ASRI 2026 digelar di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur. Sejumlah menteri turut hadir, antara lain Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.

Berdasarkan hasil asesmen Green and Smart Port (GSP), TUKS Petrokimia Gresik berhasil meraih nilai akhir 94 persen. Angka ini naik signifikan dibandingkan capaian sebelumnya yang hanya 82 persen pada tahun 2022. Penilaian dilakukan secara menyeluruh menggunakan panduan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023. Panduan ini mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.

Kenaikan nilai ini bukan tanpa alasan. Penerapan prinsip Green and Smart Port secara konsisten menjadi kuncinya. Penguatan tata kelola kepelabuhanan, efisiensi energi, dan digitalisasi sistem operasional yang terintegrasi menjadi fokus utama. Berbagai inovasi berkelanjutan juga terus dilakukan untuk mendukung kelancaran pasokan bahan baku dan distribusi pupuk ke seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Menko Zulhas menekankan pentingnya sistem logistik yang andal untuk ketahanan pangan. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada hasil produksi semata.

"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," ujar Zulhas pada Selasa, 15 Juli 2026.

Zulhas menambahkan bahwa GSPI ASRI bukan sekadar ajang penghargaan. Acara ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan, dan menjaga kelestarian lingkungan.

"ASRI ini merupakan salah satu program Presiden Prabowo. Jadi kita berkomitmen agar ini bisa dicontoh pelabuhan-pelabuhan yang lainnya," tambahnya.

Setelah acara, Zulhas bersama jajaran menteri meninjau berbagai fasilitas di TUKS Petrokimia Gresik. Fasilitas-fasilitas ini menerapkan prinsip keberlanjutan, keselamatan kerja, efisiensi operasional, dan digitalisasi.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan rasa syukurnya. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengelolaan kepelabuhanan yang andal, aman, berkelanjutan, dan inovatif.

"Bagi kami, kepelabuhanan merupakan infrastruktur strategis yang memastikan kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kedaulatan pangan nasional. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Petrokimia Gresik dan dukungan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan pengelolaan kepelabuhanan yang semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing," kata Daconi.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Petrokimia Gresik untuk terus memperkuat transformasi kepelabuhanan. Peningkatan digitalisasi, standar keselamatan, efisiensi layanan, dan inovasi berkelanjutan akan terus dilakukan.

"Ke depan, transformasi kepelabuhanan akan terus kami maksimalkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional yang efisien dan berkelanjutan," pungkasnya.

Penghargaan ini menunjukkan bahwa pelabuhan milik perusahaan pupuk tidak hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat, tetapi juga sebagai simpul logistik yang menerapkan standar hijau dan cerdas. Nilai asesmen yang melonjak dari 82 persen menjadi 94 persen dalam kurun waktu empat tahun mencerminkan upaya perbaikan yang berkelanjutan. Ke depannya, diharapkan pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia dapat mengadopsi praktik serupa untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Pelabuhan Terbaik NasionalPetrokimia GresikGreen and Smart PortKetahanan PanganDigitalisasiEfisiensi EnergiInovasi Berkelanjutan

Komentar

Memuat komentar...