Hanya 2 Murid Baru, SDN 1 Gedung Meneng Disulap Jadi SMP
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Bandar Lampung sedang mempertimbangkan untuk mengubah SD Negeri 1 Gedung Meneng yang berada di Kecamatan Rajabasa menjadi sebuah SMP. Ide ini muncul karena sekolah dasar tersebut terus kehilangan murid dari tahun ke tahun.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN 1 Gedung Meneng hanya berhasil menjaring dua siswa baru. Angka yang sangat kecil ini memaksa pemerintah mencari jalan keluar agar bangunan sekolah yang merupakan aset daerah tetap bisa dipakai.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, mengungkapkan bahwa salah satu opsi yang sedang dibahas adalah mengubah fungsi sekolah dasar itu menjadi SMP. "Melihat kondisi ini, kita akan pertimbangkan untuk kita jadikan SMP nanti mungkin," ujarnya pada Selasa, 14 Juli 2026.
Ramdhan menjelaskan, penurunan jumlah siswa sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ada beberapa penyebabnya. Pertama, banyaknya sekolah negeri dan swasta lain yang letaknya dekat dengan SDN 1 Gedung Meneng. Kedua, jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah tersebut memang terus menurun.
Sebelumnya, pemerintah sempat mengusulkan agar SDN 1 Gedung Meneng ditutup saja. Namun rencana itu mendapat tentangan keras dari warga sekitar. "Tempo hari kita usulkan untuk ditutup sekolah itu. Tapi ternyata masyarakat di sekitar tidak menghendaki ditutup karena menurut mereka sekolah itu sejarahnya cukup panjang. Sampai detik ini kita pertahankan," kata Ramdhan.
Alasan historis inilah yang membuat pemerintah urung menutup sekolah tersebut. Meskipun jumlah muridnya sangat sedikit, nilai sejarah yang melekat pada SDN 1 Gedung Meneng membuatnya tetap dipertahankan.
Saat ini, rencana alih fungsi menjadi SMP masih sebatas kajian. Belum ada keputusan final. Kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Gedung Meneng tetap berjalan seperti biasa sambil menunggu hasil pembahasan lebih lanjut dari pemerintah.
Kondisi SDN 1 Gedung Meneng ini mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak sekolah di perkotaan. Persaingan dengan sekolah lain dan perubahan demografi penduduk bisa membuat sebuah sekolah kehilangan murid secara drastis. Pemerintah harus mencari keseimbangan antara efisiensi penggunaan aset dan mempertahankan lembaga pendidikan yang memiliki ikatan emosional dengan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
