Guardiola Akhiri Masa di City, Sadar Menyesal Tidak Beri Kesempatan Joe Hart

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
Guardiola Akhiri Masa di City, Sadar Menyesal Tidak Beri Kesempatan Joe Hart

Gambar atau konten salah?

Pada akhir musim 2025–2026, Pep Guardiola mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Manchester City. Pertandingan terakhirnya akan di Etihad Stadium melawan Aston Villa pada tanggal 24 Mei 2026. Keputusan ini menimbulkan rasa sedih di kalangan pemain dan penggemar, karena Guardiola telah membawa klub ini ke puncak kejayaan.

Selama sepuluh tahun, Guardiola menorehkan 20 trofi, termasuk treble 2023 dan enam gelar Premier League. Prestasi ini menempatkannya di antara pelatih terbaik di sejarah liga.

Namun, di balik semua pencapaian, ada satu penyesalan yang belum hilang dari pikirannya. Penyesalan itu berkaitan dengan mantan kiper klub, Joe Hart.

Hart bergabung dengan Manchester City pada 2007 dan menjadi kiper utama hingga 2016. Ketika Guardiola datang, ia memilih Claudio Bravo sebagai pengganti, kemudian merekrut Ederson setahun kemudian. Akibatnya, Hart dipinjamkan ke Torino pada musim itu, kemudian ke West Ham satu musim lagi, dan akhirnya dilepas pada 2018.

Saya ingin mengakui sesuatu. Saya punya satu penyesalan besar. Ketika Anda membuat banyak keputusan, pasti ada saja yang salah, ujar Guardiola kepada Sky Sports.

Ada satu penyesalan yang selalu saya pendam selama bertahun-tahun: saya tidak memberikan kesempatan Joe Hart untuk membuktikan diri, Anda tahu kan betapa bagusnya dia?

Dan saya harusnya melakukan itu. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Claudio Bravo, Ederson, yang mana kedatangannya begitu penting. Tapi saat itu saya harusnya bilang 'Oke Joe, ayo kita coba dulu dan jika tidak berhasil, ya sudahlah'. Tapi akhirnya terjadi susah. Terkadang saya memang tidak adil.

Saya menyesali itu selama ini. Saat itu, saya begitu keras kepala ketika membuat keputusan, ketika yakin itu benar.

Pernyataan Guardiola menyoroti bagaimana keputusan sulit seringkali membawa kesalahan yang tidak terduga. Penyesalan ini juga menegaskan bahwa meski memiliki rekam jejak luar biasa, ia tetap manusia yang dapat menilai kembali langkah-langkahnya.

Pep GuardiolaManchester CityEtihad StadiumJoe HartClaudio BravoEdersonPenyesalan

Komentar

Memuat komentar...