Haaland: Norwegia Siap Hadapi Grup I Piala Dunia 2026
Gambar atau konten salah?
Erling Haaland belum sabar memulai Piala Dunia 2026. Ia menegaskan bahwa timnas Norwegia akan masuk grup yang sangat menarik.
Norwegia ditempatkan di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Pertandingan pertama mereka akan melawan Irak pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 05.00 WIB. Ini menandai kembalinya Norwegia ke turnamen setelah 26 tahun tidak tampil, sedangkan Irak juga kembali setelah lama absen sejak edisi 1986.
“Ini jadi grup yang seru,” kata Erling Haaland saat membicarakan pembagian grup. Ia menambahkan bahwa motivasi tinggi bagi kedua negara ini, karena keduanya akhirnya bertanding lagi di Piala Dunia.
Haaland menjelaskan, “Senegal ada di rangking 16 dunia. Kami dan Iran juga baru main lagi di Piala Dunia setelah puluhan tahun lamanya.” Ia menyoroti posisi Prancis yang jelas berada di puncak grup, menambah ketegangan kompetisi.
“Prancis jelas di rangking teratas di grup ini. Jadi bisakah Anda bayangkan, betapa tingginya motivasi tiap tim di grup ini? Bakal seru dan ketat nanti,” lanjutnya, menekankan antisipasi akan pertandingan yang menegangkan.
Ketika ditanya tentang rencana menghadapi Ryan Cherki, rekan se-tim di Manchester City, Haaland tersenyum. Ia mengatakan, “Kami sudah bercanda akan hal itu. Kami bermain bersama dan saya nggak pernah menghadapinya, seru nih.”
Norwegia terakhir tampil di Piala Dunia pada 1998, menandai akhir periode 26 tahun tidak berpartisipasi. Dengan semangat baru, tim nasional ini siap menantang lawan-lawan kuat di grup yang penuh dinamika.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
