Hanif Faisol Menetapkan Peran Baru sebagai Wakil Menteri Pangan
Gambar atau konten salah?
Senin sore, 27 April 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan perubahan di Kabinet Merah Putih melalui keputusan resmi. Salah satu sorotan utama adalah penunjukan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Sebelumnya, Hanif dikenal sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Pergeseran ini tercatat dalam Keputusan Presiden Nomor 51 P Tahun 2026, menandai langkah baru bagi birokrat asal Jawa Timur di tingkat nasional.
Dalam sebuah video di saluran resmi Sekretariat Presiden, Hanif mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah melakukan pertimbangan yang sangat matang. Ia berkata, “Pertimbangan Bapak Presiden tentunya sangat mendalam dan tentunya sangat memperhatikan dinamika yang terjadi.”
Di posisinya sebagai Wamenko Bidang Pangan, Hanif menegaskan komitmen untuk mendukung program prioritas pemerintah. Ia menyatakan akan langsung memulai kerja keras, menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu fokus utama. “Kami akan langsung kerja keras, besok kami sudah mulai kerja. Semuanya, MBG dan seterusnya kita sentuh, dan kita akan meminta arahan dari Pak Menko, langkah-langkah apa yang harus kita jadikan. Insyaallah dengan kerja keras, kita ingin mengajukan yang lebih baik untuk bangsa kita,” ujarnya.
Hanif Faisol Nurofiq lahir di Bojonegoro, 21 Maret 1971. Pendidikan dasar ia jalani di SDN Kadipaten 2, SMPN 1, dan SMAN 1 Bojonegoro. Di bidang kehutanan, ia meraih gelar sarjana dan magister dari Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, serta gelar doktor dari Universitas Brawijaya, Malang.
Kariernya dimulai sebagai staf data di Kalimantan Selatan pada tahun 1993. Selama dua dekade, Hanif menempuh berbagai posisi di lapangan, mulai dari Kepala Resort Pemangkuan Hutan di Pulau Laut Utara (1995‑1997) hingga Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu (2014‑2016). Pada periode 2016‑2020, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.
Penghargaan atas kontribusinya di Kalimantan Selatan terlihat lewat kenaikan pangkat luar biasa. Hanif dikenal melalui inisiatif “Revolusi Hijau,” program yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam pohon dan menjaga lingkungan. Ia juga menginisiasi pembangunan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2THI), yang memuat puluhan spesies flora endemik dan resmi dibuka pada tahun 2020. Selain itu, Hanif menerapkan sistem buka‑tutup pada saluran irigasi untuk menanggulangi kebakaran lahan rawa gambut.
Pengalaman lapangan dan kebijakan lingkungan membawa Hanif ke panggung nasional. Sebelum masuk kabinet, ia menjabat sebagai Sekretaris dan kemudian Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) di KLHK, periode 2020‑2023. Pada Oktober 2024, ia dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup saat pembentukan Kabinet Merah Putih. Dua tahun kemudian, pada 27 April 2026, ia resmi beralih menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat. Di hadapan pejabat tinggi negara, Hanif mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia berjanji menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus‑lurusnya dan menjunjung tinggi etika jabatan. Hadir juga Wakil Presiden Gibran Rakabuming, jajaran pimpinan MPR/DPR, para Menteri Koordinator, serta Panglima TNI dan Kapolri.
Peran baru Hanif menuntut koordinasi lintas sektor yang ketat. Dengan latar belakang pengelolaan bentang alam dan kebijakan lingkungan, ia diharapkan dapat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan pangan nasional. Program Makan Bergizi Gratis, yang menjadi fokus utama, memerlukan sinergi antara kementerian, lembaga, dan sektor swasta. Hanif menyatakan akan segera meminta arahan strategis terkait langkah teknis yang harus diambil demi kemajuan bangsa.
Di balik keputusan reshuffle, terdapat dinamika politik dan kebijakan yang lebih luas. Presiden Prabowo Subianto menilai pentingnya memperkuat kabinet dengan menempatkan pejabat yang memiliki pengalaman lapangan dan pemahaman mendalam tentang kebijakan publik. Hanif, dengan rekam jejaknya di Kalimantan Selatan, dianggap memiliki keahlian yang relevan untuk memimpin sektor pangan, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Pengalaman Hanif dalam mengelola kebijakan lingkungan juga memberikan perspektif baru dalam mengatasi tantangan pangan, seperti dampak perubahan iklim dan degradasi lahan. Program “Revolusi Hijau” dan TH2THI menunjukkan kemampuannya dalam merancang solusi berkelanjutan yang dapat diadaptasi ke skala nasional.
Keputusan ini menandai fase baru dalam perjalanan karier Hanif. Dari staf data hingga Menteri Lingkungan Hidup, ia telah melewati berbagai tingkatan birokrasi. Kini, sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, ia akan memimpin upaya koordinasi lintas kementerian untuk mencapai target kesejahteraan masyarakat. Fokus utamanya adalah memastikan program-program strategis, termasuk MBG, berjalan sesuai rencana.
Pelantikan di Istana menegaskan komitmen pemerintah terhadap stabilitas pangan. Dengan adanya Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, diharapkan koordinasi antar kementerian menjadi lebih efektif. Hal ini penting mengingat kompleksitas sektor pangan, yang melibatkan produksi, distribusi, dan kebijakan harga.
Secara keseluruhan, penunjukan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan mencerminkan strategi pemerintah untuk memanfaatkan pengalaman lapangan dalam kebijakan publik. Dengan latar belakang kuat di kehutanan dan lingkungan, serta rekam jejak inovasi, Hanif diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai tujuan kebijakan pangan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026