Harga CRF250 Rally Tembus Rp 99,3 Juta per Juli 2026
Gambar atau konten salah?
PT Astra Honda Motor (AHM) baru saja mengumumkan perubahan harga untuk motor seri CRF250 per Juli 2026. Kenaikan ini membuat harga motor petualang CRF250 Rally dan CRF250 L semakin mendekati angka Rp 100 juta.
Untuk CRF250 Rally, banderolnya kini mencapai Rp 99.300.000. Padahal pada April lalu, motor ini masih dijual seharga Rp 97.247.000. Artinya, dalam waktu tiga bulan, harganya melonjak sekitar Rp 2 jutaan. Jika ditarik lebih jauh, saat pertama kali diluncurkan pada 2017, CRF250 Rally dibanderol hanya Rp 62,9 juta. Dalam kurun waktu sembilan tahun, terjadi kenaikan sekitar Rp 36 jutaan.
Sementara itu, CRF250L yang dirancang untuk penggemar berkendara off-road kini dijual seharga Rp 91.650.000. Angka ini naik sekitar Rp 4 jutaan dibandingkan April lalu. Sebagai perbandingan, saat meluncur pada 2023, motor ini dibanderol Rp 79,9 juta dengan status on the road Jakarta. Setelah tiga tahun, kenaikannya hampir mencapai Rp 20 juta.
Kedua motor ini merupakan kendaraan impor utuh atau CBU (Completely Built Up). Kenaikan harga yang terus terjadi bukan semata-mata karena pembaruan spesifikasi. Faktor eksternal lah yang lebih dominan. Sebagai motor CBU yang didatangkan secara utuh, harga jualnya sangat rentan terhadap fluktuasi ekonomi. Mulai dari nilai tukar rupiah hingga bea masuk dan pajak impor ikut mempengaruhi banderol yang harus dibayar konsumen.
Dari sisi spesifikasi, meskipun harganya naik, tidak ada perubahan apapun pada CRF250 Rally dan CRF250L. Keduanya masih mengandalkan mesin 250cc DOHC silinder tunggal dengan pendingin cairan. Performa mesin ini mampu menghasilkan akselerasi yang responsif, dengan tenaga maksimum mencapai 18,3 kW pada 9.000 rpm dan torsi maksimum 23,0 Nm pada 6.500 rpm.
Untuk mendukung mobilitas di berbagai kondisi jalan, sistem transmisi pada kedua motor ini dilengkapi assist/slipper clutch. Fitur ini membuat penggunaan kopling terasa lebih ringan dan hentakan engine brake lebih halus. Selain itu, fitur ini juga mencegah roda belakang selip saat pengendara menurunkan gigi secara cepat.
Dari sektor kaki-kaki, CRF250 Rally dan CRF250L menggunakan Inverted Front Fork Showa sepanjang 43mm pada suspensi depan, dipadukan dengan suspensi belakang Showa Pro-Link. Mesin yang digunakan tetap 250cc DOHC silinder tunggal dengan pendingin cairan. Performanya mampu menghasilkan akselerasi responsif dengan tenaga maksimum 18,3 kW pada 9.000 rpm dan torsi maksimum 23,0 Nm pada 6.500 rpm.
Kenaikan harga yang terus terjadi pada CRF250 Rally dan CRF250L bukan semata karena pembaruan spesifikasi. Faktor eksternal lah yang lebih berpengaruh. Sebagai motor CBU yang didatangkan utuh, harga jualnya sangat rentan terhadap fluktuasi ekonomi. Mulai dari nilai tukar rupiah hingga bea masuk dan pajak impor ikut menentukan harga akhir.
Sebagai gambaran, CRF250 Rally saat diluncurkan pada 2017 dibanderol Rp 62,9 juta. Dalam sembilan tahun, harganya naik sekitar Rp 36 jutaan. Sementara CRF250L yang meluncur pada 2023 dengan harga Rp 79,9 juta, kini harus ditebus dengan Rp 91.650.000. Artinya, dalam tiga tahun terjadi kenaikan hampir Rp 20 juta.
Meski harga terus merangkak naik, spesifikasi kedua motor ini tidak mengalami perubahan. CRF250 Rally dan CRF250L masih mengusung mesin 250cc DOHC silinder tunggal berpendingin cairan. Tenaga maksimum yang dihasilkan mencapai 18,3 kW pada 9.000 rpm, dengan torsi puncak 23,0 Nm pada 6.500 rpm. Sistem transmisi juga masih dilengkapi assist/slipper clutch yang membuat kopling lebih ringan dan engine brake lebih halus, sekaligus mencegah roda belakang selip saat menurunkan gigi secara mendadak.
Dari sektor kaki-kaki, CRF250 Rally dan CRF250L menggunakan Inverted Front Fork Showa sepanjang 43mm di depan, dipadukan dengan suspensi belakang Showa Pro-Link. Semua fitur ini masih sama seperti sebelumnya.
Kenaikan harga yang terus terjadi pada kedua model ini tidak ada hubungannya dengan pembaruan spesifikasi. Faktor eksternal lah yang menjadi penyebab utama. Sebagai motor CBU yang diimpor secara utuh, harga jualnya sangat dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi. Nilai tukar rupiah, bea masuk, dan pajak impor menjadi variabel yang ikut menentukan banderol akhir.
Jika dilihat dalam jangka panjang, kenaikan ini cukup signifikan. CRF250 Rally saat diluncurkan pada 2017 dibanderol Rp 62,9 juta. Dalam sembilan tahun, harganya naik sekitar Rp 36 jutaan. Sementara CRF250L yang baru meluncur pada 2023 dengan harga Rp 79,9 juta, kini harus ditebus dengan Rp 91.650.000. Artinya, dalam tiga tahun terjadi kenaikan hampir Rp 20 juta.
Kenaikan harga motor CBU seperti CRF250 series ini mencerminkan betapa rentannya produk impor terhadap perubahan ekonomi global dan kebijakan domestik. Fluktuasi nilai tukar rupiah serta bea masuk dan pajak impor menjadi faktor utama yang mendorong harga terus naik, meskipun spesifikasi motor tidak berubah sama sekali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penjualan Mobil Nasional Kalah Jauh dari Kapasitas Pabrik
Honda WN7 Mulai Dikirim ke Eropa, Harga Lebih Murah dari Harley
5 Merek Mobil Eropa yang Sering Salah Ucap
NTT Larang Kendaraan Tunggak Pajak Beli BBM Bersubsidi
Toyota Avanza Tembus Penjualan 2 Juta Unit
Biaya Balik Nama Gratis? Jangan Terkecoh
Berita Terbaru
Ronaldo Menangis, Portugal Tersingkir oleh Spanyol
Registrasi Biometrik Wajah, Permintaan Verifikasi SIM Anjlok ke 6.000/Hari
Menkeu Andalkan Coretax dan PHK Pegawai Pajak
Konflik Rumah Tiga Generasi, Mediasi Berujung Emosi
Harga CRF250 Rally Tembus Rp 99,3 Juta per Juli 2026
Ibrahimovic Sindir AS Usai Tersingkir: 'American Dream is Over'
OJK Sanksi 54 Perusahaan Pinjol dan Pembiayaan