Hari Ala Ayuning Dewasa: Waktu Baik Menyimpan Padi Saniscara
Gambar atau konten salah?
Denpasar – Pada hari Sabtu, 04 April 2026, masyarakat di Saniscara Umanis Watugunung merayakan hari yang disebut Ala ayuning dewasa menurut penanggalan kalender Bali. Hari ini dianggap baik untuk menyimpan padi di lumbung.
Kalender Bali memuat konsep Ala ayuning dewasa atau hari baik berdasarkan perhitungan khusus. Konsep ini dipakai oleh masyarakat Hindu di Bali untuk menentukan apakah suatu hari cocok atau tidak untuk kegiatan adat dan ritual.
Berikut ini adalah daftar hari-hari yang dianggap baik atau tidak baik beserta aktivitas yang disarankan, berdasarkan data yang dikutip dari kalenderbali.org.
Carik Walangati – Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. (Alahing dewasa 3)
Jiwa Menganti – Baik untuk bercocok tanam dan memulai suatu usaha. (Alahing dewasa 3)
Kajeng Uwudan – Tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. (Alahing dewasa 2)
Kala Dangu – Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, bepergian. (Alahing dewasa 3)
Kala Gotongan – Baik untuk memulai suatu usaha. Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat. (Alahing dewasa 4)
Pepedan – Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. (Alahing dewasa 3)
Salah Wadi – Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll. (Alahing dewasa 3)
Srigati – Baik untuk menyimpan padi di lumbung dan menurunkan padi dari lumbung. (Alahing dewasa 4)
Srigati Turun – Baik untuk membibit/menanam padi, menyimpan padi, mengaturkan yadnya di lumbung, menanam kelapa, mulai membuat barang dagangan. (Alahing dewasa 4)
Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Manggih Suka, Pratiti: Nama rupa. (iws/iws)
Daftar ini membantu petani, pelaku usaha, dan keluarga yang mengikuti tradisi untuk memilih hari yang tepat. Dengan mengikuti panduan ini, mereka dapat menghindari aktivitas yang dianggap tidak menguntungkan dan memanfaatkan hari yang dianggap baik untuk hasil yang lebih baik.
Pada hari Sabtu, 04 April 2026, masyarakat di Saniscara Umanis Watugunung menandai hari ini sebagai waktu yang baik untuk menyimpan padi, menanam, dan memulai usaha baru. Kegiatan lain yang tidak sesuai, seperti pernikahan atau penguburan, disarankan untuk dijadwalkan di hari lain.
Dengan memahami perhitungan kalender Bali, para warga dapat merencanakan aktivitas sehari‑hari mereka sesuai dengan kepercayaan yang telah lama dijunjung.
Keputusan hari ini, 04 April 2026, menegaskan kembali pentingnya tradisi dalam kehidupan sehari‑hari di Bali, menekankan bahwa hari‑hari tertentu membawa pengaruh pada hasil kerja dan upacara.
Sumber: kalenderbali.org.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
