Hasan Serahkan Sapi Limosin 1,1 Ton Pesantren Lebo Idul Adha

Wahyu T. · 3 min baca · 10 hari lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Hasan Serahkan Sapi Limosin 1,1 Ton Pesantren Lebo Idul Adha

Gambar atau konten salah?

Di Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menyerahkan hewan kurban berupa sapi limosin yang beratnya sekitar 1,1 ton kepada Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat. Bantuan ini disampaikan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, tepatnya pada Senin, 25 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Zulhas mengajak masyarakat agar Idul Adha menjadi momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia berkata, “Dari pesan Gus Baha yang saya dengarkan, kita sering sibuk berebut perhatian dan cinta sesama manusia, bahkan sama pejabat. Tapi sering lupa, yang paling utama itu adalah berusaha mendapatkan cinta dan ridho Allah SWT,” ujarnya kepada wartawan di Ponpes Bumi Sholawat.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar berbagi daging kepada masyarakat, melainkan bentuk pengorbanan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menambahkan, “Momen Idul Adha ini jadi pengingat dan panggilan buat kita, mari berkorban, bukan cuma berbagi harta, tapi juga sebagai wujud kita mencintai dan mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

KH Aria Muhammad Ali, Ketua Yayasan Bumi Sholawat Progresif Sidoarjo, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pesantren. Ia menyatakan, “Pemerintah sebaiknya bersinergi erat dengan lembaga pendidikan Islam dan pesantren, karena pesantren adalah tempat pembentukan karakter generasi masa depan,” tambahnya. Menurutnya, pesantren progresif harus terus berkembang dalam berbagai aspek, mulai pendidikan, pembangunan hingga tata kelola kelembagaan.

Yayasan saat ini memiliki total aset tanah sekitar 25 hektar. Rinciannya, 12 hektar menjadi kawasan utama pesantren, 7 hektar berada di wilayah utara, 2 hektar tambahan, dan 3 hektar merupakan tanah lama. Pembebasan tanah masih terus diupayakan dan pembangunan dipercepat agar target pengembangan pesantren bisa tercapai, ujarnya.

Untuk Idul Adha tahun ini, pihak yayasan memperkirakan jumlah hewan kurban mencapai 35 hingga 40 ekor sapi dan sekitar 120 hingga 130 ekor kambing. Termasuk bantuan dari Menteri berupa sapi limosin beratnya di atas satu ton. Ada juga dari yayasan dan wali santri, menurut Aria,Termasuk bantuan dari Menteri berupa sapi limosin beratnya di atas satu ton. Ada juga dari yayasan dan wali santri,” jelasnya.

Aria mengungkapkan bahwa bantuan hewan kurban dari pemerintah pusat biasanya datang mendadak, bahkan hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan Idul Adha. Ia menjelaskan, “Bantuan dari Presiden biasanya disalurkan melalui Pak Agus Sutomo selaku Direktur Agrinas. Konfirmasinya sering mendadak, dua sampai tiga hari sebelum hari H, bahkan kadang sehari sebelumnya,” katanya. Kondisi tersebut cukup menyulitkan karena pengelolaan hewan kurban dalam jumlah besar membutuhkan persiapan matang.

Rencana distribusi daging kurban akan mencakup warga sekitar pesantren, guru, santri, dan kelompok masyarakat lain di wilayah Lebo dan sekitarnya. Pembagian untuk warga tiga sampai empat kampung sekitar, guru-guru, santri dan masyarakat lainnya, ujarnya. Penyembelihan tidak bisa selesai sehari karena jumlah sapi mencapai puluhan ekor, kapasitas penyembelihan maksimal per hari sekitar 13 hingga 15 ekor sapi sehingga proses penyembelihan diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari.

Peristiwa ini menyoroti peran pesantren sebagai lembaga pendidikan dan tempat pembentukan karakter, sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan lembaga Islam dalam pelaksanaan ibadah kurban. Dengan bantuan yang diberikan, masyarakat di Lebo dapat merasakan manfaat langsung dari upaya bersama dalam memperkuat iman dan solidaritas sosial.

Idul AdhaZulkifli Hasansapi limosinPondok Pesantren Progresif Bumi SholawatPartai Amanat Nasionalsinergi pemerintah-pesantrensolidaritas sosial

Komentar

Memuat komentar...