Herdman Tegaskan Timnas Indonesia Tak Berandai Satu Pemain
Gambar atau konten salah?
John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, menegaskan bahwa tim tidak boleh bergantung pada satu pemain untuk mencetak gol. Ia menekankan pentingnya mentalitas semua pemain agar dapat masuk ke area mencetak gol.
"Di sini, orang-orang terus berbicara tentang nomor sembilan, penyerang tengah, Indonesia butuh penyerang tengah. Indonesia butuh mentalitas dalam tim bahwa semua orang bisa mencetak gol," tegasnya di Stadion Madya, Senayan, Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2024.
Herdman menambahkan, "kami harus mengubah mentalitas itu dan mempercayakan para pemain bisa masuk ke area mencetak gol. Solusi untuk mencetak gol lebih banyak adalah mengubah pola pikir pemain dan mentalitas," sambungnya.
Ia juga mengkritik gaya bermain tim sebelumnya, mengatakan, "Timnas sebelumnya bagi saya terlalu pasif. Terlalu pasif. Bertahan, transisi, bertahan, transisi," dan menegaskan keinginan untuk lebih aktif menyerang.
Herdman menginginkan lebih banyak pemain yang berpikir 'plus satu', overload, bek tengah, bek sayap yang ingin memecah garis pertahanan. Ia berkata, "kami butuh lebih banyak pemain yang berpikir 'plus satu', overload, bek tengah, bek sayap yang ingin memecah garis pertahanan. Kami akan lebih siap," tutupnya.
Timnas Indonesia akan menguji strategi ini dalam laga uji coba melawan Oman dan Mozambik pada awal Juni 2024, menandai persiapan menuju FIFA Matchday dan Piala AFF 2026.
Perubahan mentalitas dan peningkatan serangan menjadi fokus utama Herdman, menandai langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemain dalam mencetak gol.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
