Hernia Tulang Belakang: Risiko Atlet Terlalu Banyak Latihan
Gambar atau konten salah?
Olahraga memang dianjurkan untuk kesehatan, namun terlalu banyak latihan bisa menimbulkan masalah serius. Bahkan atlet papan atas seperti Viktor Axelsen pernah harus pensiun karena komplikasi akibat olahraga berlebihan. Kondisi yang sering terjadi adalah Hernia Nukleus Pulposus (HNP), atau yang biasa disebut saraf kejepit.
Menurut dr Faisal M, SpBS, dokter bedah saraf di RS Lamina, cedera tulang belakang tidak muncul secara tiba‑tiba. Ia menjelaskan bahwa HNP biasanya berkembang dari akumulasi cedera kecil yang berulang‑ulang. Karena begitu, gejala awalnya seringkali tidak disadari.
“Harus kita bedakan dulu ini (keluhan) karena tulang atau karena otot. Kalau karena otot, biasanya beberapa hari istirahat setelah olahraga itu kita enakan. Atau minum obat, fisioterapi, itu enakan,” ujar dr Faisal pada Kamis, 16 April 2026. Ia menekankan pentingnya membedakan rasa sakit otot dengan rasa sakit tulang. Rasa sakit otot biasanya mereda setelah istirahat singkat, sedangkan rasa sakit tulang belakang cenderung bolak‑balik.
“Kalau karena tulang belakang, bisa karena bantalan atau karena saraf itu, biasanya sakitnya hilang‑timbul. Jadi hari ini sakit, terus berkurang sedikit, hilang, nanti ada aktivitas lagi muncul lagi. Jadi bolak‑balik kalau karena tulang belakang,” lanjutnya. Menurutnya, intensitas nyeri pada cedera saraf biasanya lebih kuat dibandingkan nyeri otot. Jika rasa sakit sudah mengganggu aktivitas sehari‑hari, segera periksakan diri.
Selain intensitas, dr Faisal menyoroti tanda lain yang tidak boleh diabaikan. Nyeri pinggang yang menjalar ke pantat, paha, atau betis, serta sensasi kebas dan kesemutan, bisa menjadi petunjuk adanya masalah saraf tulang belakang. Ia menegaskan bahwa gejala-gejala ini harus segera ditindaklanjuti.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemanasan sebelum berolahraga. “Misalkan kita mampunya cuma setengah jam, jangan kita paksa jadi dua jam. Jangan karena ingin kurus malah menyiksa tubuh kita sendiri,” kata dr Faisal. Mengetahui batas kemampuan fisik dan tidak memaksakan diri adalah kunci untuk mencegah cedera.
Kesimpulannya, olahraga tetap bermanfaat asalkan dilakukan dengan bijak. Perhatikan pola nyeri, lakukan pemanasan, dan jangan ragu memeriksakan diri jika gejala tidak kunjung reda. Dengan langkah sederhana ini, risiko cedera saraf dan tulang belakang dapat diminimalkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
