Hossam Hassan Murka: Wasit Curangi Mesir di Piala Dunia 2026
Gambar atau konten salah?
Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, meluapkan kemarahannya setelah timnya kalah dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung sengit itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Argentina.
Hossam Hassan tidak terima dengan kekalahan tersebut. Ia menuding keputusan wasit menjadi penyebab utama kekalahan Mesir. Menurutnya, ada beberapa momen krusial yang sangat merugikan timnya. "Argentina tak pantas menang," tegas Hossam dengan nada kesal.
Pernyataan keras ini muncul setelah pertandingan yang berlangsung pada 20 Mei 2026. Hossam merasa timnya bermain lebih baik, tetapi keputusan wasit menghancurkan peluang mereka untuk melaju ke babak berikutnya.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Mesir. Mereka sudah berjuang keras dan nyaris mengejar ketertinggalan. Namun, kontroversi keputusan wasit menjadi sorotan utama setelah laga usai.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu Mesir. Hossam Hassan yakin timnya layak mendapatkan hasil yang lebih adil, bukan kekalahan yang ia anggap tidak pantas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
