Warga Lampung Serentak Bersihkan Pantai dan Laut
Gambar atau konten salah?
Pada Jumat, 10 Juli 2026, ribuan warga di berbagai wilayah Lampung serentak turun tangan membersihkan pantai, laut, dan kawasan permukiman. Kegiatan ini dinamakan Gerakan Radin Inten Asri. Aksi gotong royong ini merupakan tindak lanjut dari ajakan Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan laut.
Gerakan ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, mahasiswa, hingga berbagai komunitas. Peserta tidak hanya membersihkan sampah di pesisir pantai. Mereka juga mengangkat sampah yang ada di laut, lalu mengumpulkannya di bibir pantai.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih satu hari. Menurutnya, ini adalah upaya untuk membangun budaya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. "Ini bukan kegiatan seremonial. Kita ingin memulai dari pantai, kemudian meluas ke permukiman, kantor, hingga fasilitas umum agar kebiasaan hidup bersih terus terjaga," kata Kristomei.
Dia menjelaskan, Gerakan Radin Inten Asri digelar serentak di berbagai wilayah Lampung. Mulai dari kawasan utara, barat, hingga selatan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus meningkat.
Salah satu hal yang menarik perhatian Kristomei adalah keterlibatan komunitas perenang. Mereka ikut menyelam dan mengangkat sampah dari laut ke pesisir. "Mungkin baru kali ini komunitas perenang ikut turun langsung mengangkat sampah dari laut untuk dibersihkan bersama," ujarnya.
Kristomei menegaskan, keterlibatan TNI dalam kegiatan ini adalah bagian dari tugas membantu pemerintah daerah. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan hanya bisa terwujud melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa kawasan pesisir adalah wajah Provinsi Lampung. Karena itu, kebersihannya harus dijaga bersama. Menurutnya, pantai yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pariwisata. "Pantai adalah wajah Lampung, citra Lampung, sekaligus kebanggaan masyarakat. Karena itu kita ingin menjaga kebersihan pantai menjadi budaya," ujar Mirzani.
Mirzani menambahkan, Pemprov Lampung sudah membiasakan kegiatan gotong royong secara rutin. Setiap Selasa, mereka membersihkan lingkungan perkantoran. Setiap Jumat, mereka kerja bakti bersama masyarakat. Ia berharap Gerakan Radin Inten Asri terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama dalam menjaga kebersihan laut, pesisir, dan lingkungan permukiman.
Gerakan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat bisa menjadi kunci dalam menjaga kebersihan lingkungan. Keterlibatan komunitas perenang yang ikut menyelam mengangkat sampah dari laut menjadi contoh nyata bahwa setiap orang bisa berkontribusi. Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan kebiasaan hidup bersih bisa menjadi budaya yang melekat di masyarakat Lampung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi