Idul Adha 2026 Dusun Krajan: 391 Kurban, Distribusi Luas

Dani L. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Idul Adha 2026 Dusun Krajan: 391 Kurban, Distribusi Luas

Gambar atau konten salah?

Idul Adha 2026 di Dusun Krajan menandai momen keagamaan yang dipenuhi rasa kebersamaan. Pada hari tersebut, warga menyembelih 391 ekor hewan kurban yang terbagi menjadi 52 sapi dan 339 kambing. Setelah proses pemotongan, mereka bergotong royong menguliti dan mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat.

Kepala Desa Batur, Ahmad Fauzi, memamerkan foto‑foto momen Idul Adha. Di dalam gambar, warga berkumpul di sepanjang jalan dusun, menyiapkan peralatan seperti pisau, dan memulai proses pemotongan. Foto tersebut menampilkan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh semangat.

Di pinggir jalan, rangkaian bambu dan besi dibangun sebagai tempat menggantung hewan kurban. Beberapa hewan terlihat diikat dengan posisi kepala di bawah, sementara kulit sapi dan kambing mulai dikupas. Warga tampak senang melakukan aktivitas tersebut, menandakan betapa pentingnya tradisi ini bagi komunitas.

Dalam pesan singkat kepada media, Faiz mengungkapkan rekap jumlah kurban tahun 2026 di Krajan: 52 sapi, 339 kambing, dan 703 sohibul kurban. Ia menegaskan bahwa ratusan hewan kurban tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat Krajan. “Kalau selama ini hewan kurban murni dari masyarakat lokal. Jadi tahun ini ada pergeseran dari sapi ke kambing,” jelasnya.

Hewan kurban dikumpulkan di gedung Muhammadiyah setempat dan disembelih serentak pada 27 Mei 2026. Seperti biasa, daging kurban didistribusikan tidak hanya ke warga lokal, tetapi juga ke wilayah luar Banjarnegara. Daftar wilayah yang telah mengajukan permintaan antara lain Batang, Purbalingga, Wonosobo, dan Pekalongan. “Seperti di tahun-tahun sebelumnya kita didistribusikan selain untuk warga lokal, untuk warga di luar wilayah sampai luar kabupaten,” ujar Faiz.

Tradisi berkurban di Desa Batur sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Ahmad Fauzi mengingatkan bahwa dokumentasi kegiatan berkurban di desa tersebut ada sejak tahun 1959. Ia menyebutkan, “Sejak saya masih kecil memang seperti itu, sudah banyak sohibul kurban. Jadi kalau pengin lihat dokumentasi terkait dengan korban di tempatnya Pak Ketua (panitia), Pak Ahmad Hidayat. Di sana lengkap (dokumentasi) kegiatan kurban. Dari awal yang kita temukan difoto itu di sekitar tahun sekitar '59,” jelasnya. Tradisi ini terus diturunkan ke generasi berikutnya, dengan tujuan memperkuat dakwah dan kesadaran berkurban.

Panitia kurban di Dusun Krajan dibentuk pada 2011. Menurut data yang diterima, jumlah hewan maupun daging kurban sejak tahun 2011 hingga 2025 cenderung meningkat, begitu pula jumlah sohibul kurban. Dari catatan tersebut, tahun 2024 menjadi puncak dengan 74 ekor sapi dan 292 ekor kambing. Daging yang sudah dikemas dengan berat masing-masing 2,5 kg mencapai 9.200 bungkus.

Keberhasilan distribusi daging kurban di luar Banjarnegara menunjukkan tingkat keterlibatan masyarakat yang tinggi. Komunitas tidak hanya fokus pada penyembelihan, tetapi juga pada proses pengolahan, pengemasan, dan pengiriman ke daerah yang membutuhkan. Hal ini memperlihatkan betapa tradisi berkurban menjadi sarana solidaritas sosial di Dusun Krajan.

Secara keseluruhan, Idul Adha 2026 di Dusun Krajan menegaskan bahwa tradisi berkurban tetap hidup dan berkembang. Perubahan dari sapi ke kambing mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap kebutuhan dan kondisi lokal, sementara distribusi ke wilayah luar menambah nilai sosial dan keagamaan dari setiap hewan kurban yang disembelih.

Idul Adha 2026Dusun Krajanhewan kurbandistribusi dagingsolidaritas sosialtradisi berkurban

Komentar

Memuat komentar...