IHSG Anjlok 2,59% Jelang OJK Umumkan Investigasi Manipulasi Saham

Rudi H. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
IHSG Anjlok 2,59% Jelang OJK Umumkan Investigasi Manipulasi Saham

Gambar atau konten salah?

Pada penutupan perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 2,59% hingga mencapai level 5.936,14. Penurunan ini diduga kuat terkait dengan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan segera mengumumkan hasil investigasi mengenai dugaan manipulasi harga yang melibatkan sejumlah saham di sektor energi.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, memilih untuk tidak memberikan komentar terkait isu ini. "Oh nggak, nggak. No Comment ya," ujarnya singkat kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, pada hari yang sama.

Berdasarkan data yang dirilis oleh OJK, sepanjang periode Januari hingga 30 September, nilai sanksi denda yang dijatuhkan atas pelanggaran di pasar modal mencapai angka ratusan miliar rupiah. Denda tersebut terbagi menjadi dua kategori pelanggaran. Pertama, pelanggaran akibat keterlambatan yang mencapai Rp 277,82 miliar. Kedua, denda untuk kasus pelanggaran lainnya sebesar Rp 112,79 miliar.

Lebih lanjut, dalam penegakan hukum untuk kasus manipulasi pasar, terdapat 161 pihak yang dikenakan sanksi denda dengan total nilai mencapai Rp 267,61 miliar. Selain denda, OJK juga menjatuhkan sanksi administratif berupa empat kali pembekuan izin, dua kali pencabutan izin, dua peringatan tertulis, dan 19 perintah tertulis.

Data dari RTI Business menunjukkan bahwa IHSG ditutup melemah 2,59% ke level 5.936,14 pada sore hari. Menariknya, pada pagi hari indeks sempat mencatatkan penguatan sebesar 0,56% ke level tertinggi intraday di posisi 6.128,72. Volume transaksi sepanjang hari tercatat sebanyak 62,18 miliar saham dengan nilai turnover mencapai Rp 13,73 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,88 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 114 saham berhasil menguat, sementara 602 saham lainnya melemah, dan 77 saham tercatat stagnan.

Beberapa saham energi yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu dan Sinar Mas Group menjadi emiten yang paling terpukul. PT Petrosea Tbk (PTRO) tercatat melemah hingga 14,95% ke level Rp 4.040 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga mengalami pelemahan signifikan sebesar 14,94% ke level Rp 655 per saham. Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 14,60% ke level Rp 965 per saham.

Laporan dari Stockbit menyebutkan bahwa pelemahan IHSG ini dipicu oleh kabar mengenai rencana pengumuman hasil investigasi dugaan manipulasi harga yang melibatkan sejumlah saham. Investigasi tersebut dikabarkan juga akan mencakup pengenaan denda hingga ratusan miliar rupiah terhadap saham-saham yang terkait. "OJK akan mengumumkan hasil investigasi terkait manipulasi harga saham yang melibatkan sejumlah saham di sektor energi terbarukan dan emiten tambang batu bara," demikian bunyi laporan Stockbit.

Penurunan IHSG yang cukup dalam ini terjadi di tengah rumor yang beredar di pasar. Meskipun ada penguatan di awal perdagangan, sentimen negatif dari isu investigasi tampaknya lebih dominan dan mendorong aksi jual besar-besaran, terutama pada saham-saham sektor energi. Data sanksi yang sudah dijatuhkan OJK sebelumnya menunjukkan bahwa otoritas pasar modal memang sedang gencar melakukan penegakan hukum, dan pengumuman hasil investigasi baru ini berpotensi menambah daftar panjang sanksi yang telah ada.

IHSGOJKmanipulasi hargasanksi dendasektor energisahamBursa Efek Indonesiainvestigasi

Komentar

Memuat komentar...