Indonesia Hadapi Oman di GBK 5 Juni, Persahabatan Menjadi
Gambar atau konten salah?
Indonesia akan bertanding melawan Oman pada 5 Juni 2026, pukul 20.00 WIB di Stadion Utama GBK, Jakarta. Dua laga persahabatan ini akan diikuti oleh pertemuan Indonesia–Mozambik 9 Juni 2026, pukul 20.00 WIB di tempat yang sama.
Timnas Oman, yang dipimpin pelatih baru Tarik Sektioui, sudah berada di Jakarta selama seminggu. Pada sesi jumpa pers di GBK pada 4 Juni 2026 Kamis malam, Sektioui menyatakan, “Kami mengucapkan terima kasih, terima kasih, untuk masyarakat Indonesia dan juga untuk PSSI. Kami disambut dengan sangat baik dan sekarang sudah seminggu kami berlatih,” menegaskan bahwa mereka merasa diterima dengan hangat.
Pelatih tersebut menekankan bahwa pertandingan ini bukan sekadar uji coba. Ia ingin mengukur kekuatan skuadnya menjelang kompetisi tahun depan dan menilai kualitas Timnas Indonesia. “Tim Indonesia, seperti yang kita semua tahu, memiliki campuran khusus antara pemain Indonesia dan pemain dari Belanda. Jadi, ini adalah tim yang sangat bagus,” ujarnya.
Oman juga melihat laga ini sebagai persiapan untuk turnamen Teluk Arab, Piala Asia, dan, jika beruntung, Piala Dunia. “Dan juga, ini adalah kesempatan yang baik untuk melanjutkan persiapan kami untuk turnamen Teluk Arab berikutnya, untuk Piala Asia, dan mudah-mudahan Insyaallah untuk Piala Dunia berikutnya. Namun demikian, meskipun ini adalah pertandingan persahabatan, kami akan sangat serius. Kami selalu mencoba untuk menang,”
Dengan kondisi prima dan latihan intensif, Oman berharap dapat menilai skuadnya secara komprehensif. Sementara Indonesia memanfaatkan persahabatan ini untuk memperkuat sinergi tim.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
