Indonesia Target 100 GW PLTS, Percepatan Dijanjikan
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt. Rencana ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan kecepatan pelaksanaan program ini. Ia meminta agar realisasinya dipercepat, terutama untuk menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel. Pertemuan ini berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa, 21 April 2026.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengabarkan bahwa Presiden meminta agar implementasi PLTS dipercepat. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah menargetkan penambahan 17 gigawatt energi terbarukan melalui PLTS pada tahun ini.
“Ditargetkan tahun ini 10 gigawatt yang diesel itu bisa dikurangi, kemudian yang lainnya juga akan ditambah kira‑kira sampai 7 gigawatt,” jelasnya dalam siaran ulang di YouTube Sekretariat Presiden yang dikutip pada Rabu, 22 April 2026.
Brian menegaskan target tersebut merupakan hasil perhitungan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN, Danantara, dan para ahli dari perguruan tinggi. Ia menyatakan, “Untuk saat ini, dari perhitungan yang dilakukan bersama-sama Kementerian ESDM, dari PLN, Danantara, dan beberapa ahli dari perguruan tinggi, itu kira‑kira 17 gigawatt bisa dilakukan instalasi PLTS.”
Pelaksanaan teknis dan penentuan lokasi pembangunan PLTS akan dilaksanakan oleh PLN sebagai implementator utama program. “Lokasi nanti semuanya dari PLN ya yang sebagai implementator dari program tersebut,” kata Brian.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt dalam 10 tahun ke depan. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mencapai 100 % listrik dari energi terbarukan.
Dengan target yang jelas dan kolaborasi antara kementerian, perusahaan listrik, dan akademisi, pemerintah berupaya mempercepat transisi energi menuju sumber terbarukan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
