IPB Luncurkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia
Gambar atau konten salah?
Jakarta – IPB University baru saja meresmikan pembukaan fakultas baru, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (Fisema). Fakultas ini merupakan transformasi dari Fakultas Ekologi Manusia.
Rector Dr Alim Setiawan Slamet menyampaikan bahwa transformasi fakultas ini bukan hanya nomenklatur, tetapi juga bagian dari arah baru IPB University.
"Selama ini IPB University dikenal kuat dalam bidang sains, teknologi, pertanian, dan biosains. Namun tantangan global saat ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak akan cukup tanpa pemahaman yang kuat terhadap manusia, masyarakat, budaya, dan dinamika sosial yang menyertainya," ujarnya.
Pendidikan di Fisema akan menggabungkan ilmu sosial dengan disiplin ilmu pertanian, kehutanan, pangan, lingkungan, kelautan, teknologi, dan pembangunan wilayah serta pedesaan.
"IPB meyakini bahwa inovasi teknologi tanpa pemahaman sosial yang mendalam akan kehilangan relevansinya di tengah masyarakat. Karena itu, Fisema hadir untuk memperluas spektrum keilmuan IPB dan memperkuat pendekatan sosial-ekologis dalam menjawab tantangan abad ke-21," ujarnya.
Pendekatan pembelajaran di Fisema akan disesuaikan dengan pengalaman nyata masyarakat Indonesia, seperti di desa, pesisir, kawasan hutan, komunitas petani dan nelayan, serta dinamika keluarga dan perubahan sosial.
"Ilmu sosial di IPB harus tumbuh dari lapangan, dari realitas masyarakat Indonesia sendiri. Kita ingin membangun ilmu yang tidak hanya menjelaskan masalah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang relevan bagi bangsa," katanya.
Rector berharap Fisema dapat menjadi pusat rujukan kebijakan publik, menyediakan riset yang dapat dijadikan referensi bagi pemerintah, pengusaha, maupun masyarakat sipil.
"Di balik setiap data, setiap inovasi, dan setiap kebijakan, selalu ada manusia yang harus dihormati martabat dan hak-haknya. Itulah nilai utama yang harus dijaga dalam pengembangan FISEMA," ujar Alim.
Untuk mencapai harapan tersebut, Fisema mengembangkan pendekatan interdisipliner yang substansif, misalnya dengan menggelar kolaborasi ilmuwan sosial dengan ahli pangan, ekonom, pakar teknologi, dan bidang lainnya.
"Ilmu sosial di IPB harus tumbuh dari lapangan, dari realitas masyarakat Indonesia sendiri. Kita ingin membangun ilmu yang tidak hanya menjelaskan masalah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang relevan bagi bangsa," kata Alim.
Dengan peluncuran Fisema, IPB University menegaskan komitmennya pada pendidikan yang holistik, menggabungkan ilmu sosial dan alam untuk menanggapi kebutuhan masyarakat Indonesia di abad ke-21.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
