IPB Rilis Sistem OLAP untuk Pantau Hotspot Karhutla
Gambar atau konten salah?
Jakarta, 22 Maret 2026 – Musim kemarau biasanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Cuaca kering membuat hutan dan gambut lebih mudah terbakar, sehingga pemantauan dini sangat penting.
IPB University telah mengembangkan Sistem OLAP Hotspot Karhutla, alat berbasis analisis data yang memetakan titik panas dari waktu ke waktu. Sistem ini dirancang untuk melengkapi sistem pemantauan pemerintah dengan kemampuan analisis data yang lebih mendalam.
Dengan pendekatan online analytical processing (OLAP), pengguna dapat menelusuri data hotspot berdasarkan waktu, lokasi, dan tingkat kepercayaan. Pengelolaan data spasial memungkinkan visualisasi pola kemunculan hotspot secara jelas.
“Inovasi ini kami kembangkan untuk membantu pemangku kebijakan memahami pola dan tren hotspot karhutla,” ujar Prof. Imas Sukaesih Sitanggang, ketua tim peneliti dan Guru Besar Ilmu Komputer di SSMI IPB University. Menurut beliau, data saja tidak cukup; data harus diolah menjadi informasi yang mudah dipahami dan dapat dipakai dalam pengambilan keputusan.
Sistem OLAP Hotspot Karhutla dilengkapi dengan SiPongi+, sistem pemantauan karhutla nasional yang digunakan oleh Kementerian Kehutanan. Fitur drill‑down dan roll‑up memungkinkan analisis fleksibel dari tingkat nasional hingga desa.
Integrasi data historis dan data terkini memberi pengguna kemampuan menganalisis tren kemunculan hotspot sekaligus memprediksi potensi kebakaran di masa depan. Visualisasi interaktif memperkuat sistem peringatan dini karhutla dan mendukung langkah pencegahan yang lebih tepat sasaran.
Secara keseluruhan, sistem ini menambah alat bagi pengambil kebijakan untuk menanggapi risiko kebakaran hutan dan lahan dengan informasi yang lebih akurat dan terstruktur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
