IPB Siap Bangun Dapur Makan Bergizi Gratis di Bogor Mei
Gambar atau konten salah?
IPB University akan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan Mei ini. Lokasi dapur akan berada di kawasan Bogor agar dekat dengan kampus.
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menyebut jumlah SPPG yang akan dibangun bisa lebih dari dua unit. Ia juga mengatakan, “Kalau di IPB, Insyaallah mungkin Mei, kesatu. Dan mungkin nanti berikutnya di Juni,” kata Alim, Senin, 4 Mei 2026.
SPPG ini diarahkan untuk menyalurkan makanan bergizi ke sejumlah sekolah di sekitar wilayah Bogor. Namun, pihak IPB belum menguraikan teknisnya, termasuk jumlah sekolah sasaran. Pasalnya, pengelolaannya berada di bawah pihak yayasan. “Ada (rencana membangun dapur SPPG), dari salah satu yayasan IPB,” ujar Alim.
Rektor IPB menyambut positif dorongan Badan Gizi Nasional (BGN) agar perguruan tinggi berkontribusi dalam pembangunan SPPG. Dapur MBG yang dikelola kampus diharapkan dapat menjadi contoh desain yang melibatkan petani dan rantai pasok lokal. Ia menilai keterlibatan kampus juga bisa menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa melalui experiential learning. Keterlibatan kampus juga disebut menjadi tempat bagi dosen melakukan riset secara real time. Inovasi dari kampus di bidang efisiensi energi dapur, peningkatan keamanan pangan, standar mutu, hingga pengelolaan sampah juga dapat diterapkan.
Alim mengatakan IPB telah ditugaskan sebagai center of excellence atau pusat unggulan nasional pemenuhan pangan bergizi dalam program MBG. Dalam peran tersebut, IPB bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), serta didukung oleh UNICEF dan BGN. IPB juga telah menyelenggarakan pelatihan atau training of trainers (TOT), serta menyusun berbagai modul dan panduan pelaksanaan MBG.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya menyampaikan kampus bisa mulai mempertimbangkan untuk memiliki setidaknya satu SPPG. Ia berkata, “Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri.” Kampus juga didorong untuk membangun dan mengelola SPPG secara mandiri. Menurutnya, pendirian dapur MBG oleh kampus juga bisa dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik.
Program ini menandai langkah konkret IPB dalam mendukung pemenuhan gizi di kalangan sekolah, sekaligus menyediakan platform bagi mahasiswa dan dosen untuk menerapkan ilmu secara langsung. Dengan dukungan lembaga nasional dan internasional, harapannya dapur MBG dapat menjadi contoh keberlanjutan dan inovasi dalam penyediaan makanan sehat bagi generasi muda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
