Istilah Dapur: '86' dan 'Hands' Mempercepat Layanan
Gambar atau konten salah?
Di balik suara-suara yang terdengar di dapur restoran, tersembunyi bahasa rahasia yang memudahkan kerja tim. Istilah‑istilah ini tidak hanya membantu staf berkoordinasi, tetapi juga menjaga alur layanan agar tetap lancar. Pada 12 Mei 2025, Food & Wine menyoroti beberapa kata kunci yang sering dipakai di ruang masak, termasuk istilah yang pernah menjadi sorotan publik karena konteks yang berbeda.
Istilah 86 sering menimbulkan kebingungan di luar dunia kuliner. Di restoran, 86 berarti menu tersebut tidak tersedia lagi, baik karena stok habis maupun karena sudah tidak layak dijual. Contohnya, ketika steak tidak ada lagi, staf akan mengumumkan “menu ini sudah 86.” Selain itu, kata ini juga dipakai untuk menandai makanan yang harus dibuang atau pelanggan yang harus diminta keluar karena perilaku tidak pantas.
Berikut ini beberapa istilah singkat yang biasa dipakai chef dan staf dapur. Semua istilah ini berfungsi sebagai sinyal cepat, memudahkan komunikasi di tengah keramaian dan memastikan setiap langkah di dapur berjalan sesuai rencana.
- Hands – Ketika restoran sedang sibuk, staf akan berteriak “hands!” untuk meminta bantuan. Kata ini bukan berarti meminta tangan secara harfiah, melainkan kode bahwa ada makanan yang perlu segera diantar ke meja.
- Heard – Istilah ini dipakai untuk menandakan pesan sudah diterima dan dipahami. Biasanya diucapkan oleh chef atau staf dapur untuk memastikan tidak ada kesalahan komunikasi di tengah kebisingan.
- On the Fly – Digunakan ketika ada pesanan yang harus diprioritaskan dan dibuat secepat mungkin, misalnya karena pesanan salah atau pelanggan menunggu lama. Istilah ini menandakan kondisi serba cepat, bukan tentang benda yang terbang.
- Behind – Kata ini penting di dapur sempit. Staf mengucapkannya saat berjalan di belakang rekan sambil membawa nampan panas, agar tidak bertabrakan.
- All Day – Merujuk pada total pesanan yang harus disiapkan. Ini bukan arti sepanjang hari, melainkan ringkasan jumlah menu yang sedang dikerjakan.
- In the Weeds – Digunakan ketika staf kewalahan menghadapi tumpukan pesanan. Istilah ini menggambarkan situasi kacau dan tekanan tinggi, biasanya di jam makan siang atau malam.
Setiap istilah memiliki fungsi khusus, membantu menjaga keamanan, kecepatan, dan kualitas layanan. Misalnya, “Behind” menghindari kecelakaan di dapur, sementara “All Day” membantu koki mengatur prioritas. Istilah “In the Weeds” memberi sinyal bahwa staf membutuhkan dukungan tambahan, sehingga manajer dapat menugaskan lebih banyak tenaga.
Video pendek tentang pengalaman kuliner di Resinda Hotel Karawang, berjudul “Menjelajahi Ragam Rasa di Resinda Hotel Karawang” (Gambas:Video 20detik), menampilkan penggunaan istilah-istilah ini dalam praktik nyata. Video tersebut menyoroti bagaimana staf berkomunikasi secara efektif di tengah keramaian, memastikan setiap pelanggan mendapatkan layanan terbaik.
Istilah‑istilah ini bukan sekadar slang; mereka merupakan bagian penting dari budaya kerja di industri restoran. Dengan memahami makna di balik kata-kata seperti 86, Hands, dan In the Weeds, kita dapat menghargai kompleksitas koordinasi yang terjadi di balik setiap hidangan yang disajikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
