Istiqomah Katin: Lulusan Termuda UGM Spesialis Anak
Gambar atau konten salah?
Nama Istiqomah Katin mencuri perhatian di Wisuda Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar pada 22-23 April 2026.
Ia dinobatkan sebagai lulusan termuda dari program dokter spesialis pada usia 28 tahun 6 bulan, jauh di bawah rata-rata usia kelulusan yang berada di kisaran 34 tahun. Isti, akrab dipanggil Isti, berasal dari Bengkulu.
Perjalanannya menempuh pendidikan lebih cepat dibandingkan kebanyakan mahasiswa, berkat program akselerasi yang diikutinya sejak bangku SMP dan SMA. Kesempatan tersebut membuatnya mampu mempercepat masa studi hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan dokter pada 2019.
Tak hanya berhenti di sana, Isti sempat meniti karier sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Bengkulu sebelum melanjutkan pendidikan spesialis. Pada 2022, ia resmi menempuh studi dokter spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM.
“Tahun 2022 saya melanjutkan studi pendidikan dokter spesialis Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM,” ujarnya dikutip dari laman UGM, Sabtu (25/4/2026).
Ketertarikannya pada dunia kesehatan sudah tumbuh sejak usia dini. Ia menyadari kebutuhan tenaga dokter spesialis di daerah asalnya masih sangat terbatas. Kondisi tersebut menjadi dorongan kuat baginya untuk menekuni bidang kedokteran hingga jenjang spesialis.
Walaupun dinobatkan sebagai lulusan termuda, Isti tidak meniatkan hal itu sejak awal. Ia hanya fokus pada setiap tahapan pendidikan.
“Saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan termuda di periode ini, dan dari awal juga tidak pernah menargetkan ke arah sana. Berusaha konsisten saja di tiap prosesnya. Jadi ketika akhirnya mendapat predikat tersebut tentu sangat bersyukur,” ungkapnya.
Ia juga mengaku bahkan menghadapi beberapa tantangan selama kuliah. Misalnya, ia harus memenuhi tuntutan akademik juga tanggung jawab klinis. Beruntung, Isti selalu didukung oleh keluarga dan teman-temannya. Sehingga tantangan menjadi lebih mudah dilewati.
Selanjutnya, Isti menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain. Ia mengajak mahasiswa untuk konsisten dengan niat awal. Alih-alih berambisi lulus cepat, Isti mengingatkan agar mahasiswa lebih fokus pada proses. Maksimalkan setiap usaha yang sedang dilakukan.
“Semoga ilmu yang didapat bisa benar-benar bermanfaat dan memberikan dampak positif, dimanapun kita berada dan berkarya,” tutupnya.
Dalam perjalanan akademik yang singkat namun intens, Isti menunjukkan bahwa fokus dan dukungan keluarga dapat mengatasi tantangan. Keberhasilannya menjadi contoh bagi mahasiswa yang ingin menyeimbangkan kecepatan dan kualitas belajar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
KTM Rekrut Fabio Di Giannantonio, Duet Bareng Alex Marquez 2027
Lansia di Gianyar Tewas Jatuh ke Sungai Saat Cari Kelapa
Pemain Kamerun Ditangkap Usai Main Tarkam
Golkar Sulsel Gelar Musda 18 Juli 2026
Truk Pertamina Terbakar di Cianjur, Macet Panjang
80-90 Murid Didiskualifikasi dari SPMB Bandung 2026
Ibu Cegah Truk Bawa Kabur Anak di SPBU Rembang
Motor Rp 15 Jutaan Masih Ada di Juli 2026
Tottenham Pecahkan Rekor, Tonali Resmi Rp 2,4 Triliun
