Italia Krisis Sepakbola: Gattuso Harus Playoff 2026
Gambar atau konten salah?
Italia belum tampil di Piala Dunia sejak 2014, dan menurut mantan kapten Fabio Cannavaro negara ini sedang mengalami krisis sepakbola.
Timnas Italia tidak ikut kompetisi di Piala Dunia 2018 maupun 2022. Untuk kejuaraan 2026, Gennaro Gattuso masih harus melewati play‑off melawan Irlandia Utara. Jika berhasil, mereka akan menghadapi pemenang laga Wales vs Bosnia & Herzegovina sebelum bisa masuk ke Piala Dunia.
Keberhasilan terakhir Italia datang pada 2006. Pada saat itu, Italia mengalahkan Prancis di final di Berlin, Jerman.
"Memenangkan Piala Dunia adalah impian setiap pemain sepak bola, dari segala usia dan era. Seiring berjalannya waktu, Anda akan semakin menghargai kesuksesan itu," kata Cannavaro kepada surat kabar Mirror.
"Sejak 9 Juli 2006, hari kami memenangkan final melawan Prancis di Berlin, kami, Juara Dunia Italia, telah dipandang sebagai legenda. Bahkan hingga hari ini di Italia, kemenangan itu sering dijadikan sebagai contoh, diperkuat oleh fakta bahwa sepakbola Italia saat ini sedang mengalami krisis yang signifikan."
"Italia tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2018 maupun 2022. Dan partisipasi dalam Piala Dunia 2026 pun belum pasti. Ada risiko menghancurkan budaya sepakbola kita, yang selama ini dikagumi oleh seluruh dunia," sambungnya.
Situasi ini menyoroti betapa pentingnya kualifikasi bagi Italia untuk tetap relevan di kancah sepakbola internasional. Tanpa kehadiran di Piala Dunia, reputasi dan semangat sepakbola negara ini dapat tergerus, menuntut upaya serius agar dapat kembali bersaing di level tertinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
