Italia Perketat Aturan Wisata: Batasan Jumlah dan Biaya Masuk

Putri N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Italia Perketat Aturan Wisata: Batasan Jumlah dan Biaya Masuk

Gambar atau konten salah?

Italia menyadari betul dampak overtourism pada kota-kota wisatanya. Tidak ingin kehilangan arus pengunjung, namun juga menjaga kenyamanan warga, beberapa destinasi wisata mulai memperketat aturan.

Menurut data VisitUkraine pada 05 Maret 2026, jutaan wisatawan menjadi sumber pendapatan utama bagi negara ini setiap tahunnya. Namun, kedatangan tersebut juga menimbulkan tekanan serius pada infrastruktur, warisan budaya, dan kehidupan sehari‑hari penduduk setempat.

Oleh karena itu, pemerintah Italia memulai langkah bertahap untuk membatasi kunjungan. Aturan ini tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti pengunjung, melainkan untuk mengubah format perjalanan mereka.

Berikut beberapa peraturan yang diberlakukan di kota-kota wisata pada tahun 2026:

Pulau Capri
Capri, yang selama bertahun‑tahun dikaitkan dengan kemewahan dan negeri dongeng, mencatat lebih dari 50 ribu wisatawan per hari, sementara populasinya hanya sekitar 13 ribu jiwa. Mulai musim panas 2026, aturan berikut diberlakukan:

  • Kelompok wisata tidak lebih dari 40 orang.
  • Pengeras suara dilarang untuk kelompok besar.
  • Tur harus dilakukan melalui headphone.
  • Stiker atau metode berisik lainnya dilarang untuk identifikasi kelompok.

Tujuannya adalah mengurangi kepadatan di tempat paling populer dan membuat pergerakan lebih nyaman. Pembatasan ini hampir tidak memengaruhi wisatawan individu, terutama mereka yang tinggal beberapa hari.

Florence (Visit Florence)
Florence memutuskan untuk memerangi tidak hanya jumlah pengunjung, tetapi juga kekacauan di ruang kota. Beberapa peraturan diberlakukan, antara lain:

  • Teras musim panas dilarang di puluhan jalan di pusat bersejarah.
  • Pembatasan diberlakukan pada iklan, papan nama, dan penerangan.

Alasannya, jalan-jalan telah berubah menjadi labirin meja, struktur, dan spanduk. Kota ini mencoba mengembalikan estetika dan fungsionalitas ruang, meskipun hal ini menimbulkan diskusi di antara pengusaha lokal. Sistem denda diberlakukan untuk pelanggaran aturan.

Cinque Terre
Wilayah ini dikenal sebagai salah satu tempat paling instagramable di Italia. Pada 2026, model masuk diubah menjadi akses terkontrol. Untuk jalur legendaris Via del Amore, aturan berikut berlaku:

  • Masuk hanya diizinkan dengan reservasi terlebih dahulu.
  • Disediakan slot waktu dengan interval.
  • Jumlah pengunjung dibatasi hingga sekitar 400 orang per jam.
  • Selama musim ramai, rute beroperasi sebagai jalur satu arah.

Air Mancur Trevi, Roma (AP/Andrew Medichini)
Roma memperkenalkan kontrol akses ke Air Mancur Trevi. Mulai sekarang, masuk bagi non‑penduduk dikenakan biaya sekitar 2 euro (Rp 39.000). Jumlah orang juga dibatasi, hingga 400 sekaligus. Pihak berwenang mempertimbangkan sistem masuk berdasarkan slot waktu. Puluhan ribu orang mengunjungi air mancur setiap hari, dan tanpa kendali, tempat itu berubah menjadi kekacauan. Aturan baru diharapkan dapat membuat pengalaman lebih tenang dan aman.

Venice (Manuel Silvestri/Reuters)
Venice terus bereksperimen dengan tiket masuk berbayar untuk wisatawan. Pada 2026, biaya untuk pengunjung satu hari mungkin akan meningkat menjadi 10 euro (Rp 195.927) dan berlaku pada hari dan musim puncak. Pengecualiannya adalah, aturan tidak berlaku bagi mereka yang menginap. Langkah ini bertujuan mengurangi arus wisatawan satu hari, yang dinilai menimbulkan beban terbesar bagi kota kanal yang sangat rapuh.

Melalui kebijakan ini, Italia berusaha menyeimbangkan antara pendapatan dari pariwisata dan kualitas hidup penduduk. Dengan kontrol yang lebih ketat, diharapkan kota-kota wisata dapat tetap menarik bagi pengunjung tanpa mengorbankan keberlanjutan dan kenyamanan lokal.

overtourismkontrol aksesbiaya masukkapasitas terbatasCapriFlorence

Komentar

Memuat komentar...