ITB Angkatan 2018 Survei Gaji: 62% Bekerja, 5% Wirausaha

Iwan D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
ITB Angkatan 2018 Survei Gaji: 62% Bekerja, 5% Wirausaha

Gambar atau konten salah?

Direktorat Pengembangan Pendidikan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah merilis hasil survei tracer study 2025 untuk angkatan 2018. Survei ini mencakup periode 21 April 2025 sampai dengan 31 Agustus 2025 dan meneliti karier serta penghasilan alumni beberapa tahun setelah lulus.

Jumlah responden mencapai 3 274 orang, diambil dari total alumni angkatan 2018 sebanyak 3 664. Program Studi Manajemen menjadi yang paling banyak berpartisipasi dengan 170 alumni, sementara Program Studi Seni Rupa hanya 22 responden.

Di antara 12 program studi, 100 % responden berhasil tercatat, antara lain Teknologi Pascapanen, Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air, Teknik Pangan, Manajemen Rekayasa, Meteorologi, Farmasi Klinik dan Komunitas, Rekayasa Kehutanan, Rekayasa Pertanian, Rekayasa Hayati, Astronomi, serta Fisika. Program Studi Manajemen, meski paling banyak responden, hanya mencapai 62 % tingkat partisipasi.

Alumni ITB angkatan 2018 dibagi menjadi tiga kategori pekerjaan utama: bekerja, bekerja dan berwirausaha, serta berwirausaha. Dari 2 482 alumni (76 %) memilih bekerja atau bekerja dan berwirausaha, sementara 164 orang (5 %) memilih berwirausaha. Sisanya melanjutkan studi (14,5 %) dan tidak bekerja (4,7 %).

“Hal ini menunjukkan bahwa bekerja memang menjadi pilihan utama alumni ITB angkatan 2018,” seperti dikutip dari laporan survei tersebut.

Rata‑rata penghasilan bulanan alumni angkatan 2018 tercatat sebesar Rp10 170 259 dengan median Rp8 300 000. Bonus tahunan rata‑rata mencapai Rp30 841 154 per tahun, sedangkan median bonus berada pada angka Rp18 000 000.

Rentang penghasilan sangat lebar. Penghasilan bulanan terendah tercatat Rp400 000 dari seorang alumni Program Studi Seni Rupa yang masih magang di perusahaan swasta. Sebaliknya, penghasilan tertinggi mencapai Rp119,5 juta per bulan, diperoleh alumni Program Studi Teknik Geofisika yang bekerja sebagai staf di perusahaan multinasional.

Jika dilihat dari median, Program Studi Teknik Perminyakan memiliki penghasilan tertinggi, diikuti oleh Teknik Telekomunikasi dan Teknik Kimia. Berikut tabel median gaji tertinggi:

  • Teknik Perminyakan: Rp13 juta per bulan
  • Teknik Telekomunikasi: Rp12,5 juta per bulan
  • Teknik Kimia: Rp12 juta per bulan

Program studi dengan median pendapatan terendah adalah:

  • Seni Rupa: Rp4,85 juta per bulan
  • Desain Produk: Rp5 juta per bulan
  • Farmasi Klinik dan Komunitas: Rp5 juta per bulan

Bonus tahunan tertinggi di kalangan alumni yang bekerja tercatat pada Program Studi Teknik Elektro, dengan median Rp45 000 000. Di urutan kedua dan ketiga, Program Studi Seni Rupa (Rp42 250 000) dan Teknik Pertambangan (Rp32 500 000) menempati posisi berikutnya. Sebaliknya, Program Studi Desain Interior, Kimia, dan Desain Produk memiliki median bonus tahunan terendah, masing-masing Rp5 000 000, Rp6 000 000, dan Rp6 150 000.

Alumni yang berwirausaha menunjukkan penghasilan terbesar sebesar Rp70 000 000, namun tidak melebihi penghasilan alumni yang bekerja. Omset terbesar di kalangan wirausaha mencapai Rp100 000 000 000. Median penghasilan wirausaha adalah Rp5 000 000, sedangkan median omset bulanan Rp30 000 000. Dibandingkan dengan alumni yang bekerja, median penghasilan wirausaha cenderung lebih kecil.

Menurut program studi, median penghasilan wirausaha tertinggi diperoleh alumni Prodi Matematika, yaitu Rp20 000 000. Prodi berikutnya adalah Teknik Metalurgi (Rp18 500 000) dan Teknik Material (Rp17 000 000).

Hasil survei ini memberikan gambaran luas tentang dinamika karier dan pendapatan alumni ITB angkatan 2018. Data menunjukkan variasi signifikan antar program studi dan jenis pekerjaan, serta peran penting pekerjaan formal dalam menentukan penghasilan alumni.

Tracer study ITBAlumni ITB 2018Program Studi ManajemenPenghasilan bulananWirausahaProgram Studi Seni RupaTeknik Geofisika

Komentar

Memuat komentar...