Jadwal Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, Arafah 2026 Tahun
Gambar atau konten salah?
Idul Adha akan tiba pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sebelum hari raya itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dianggap istimewa untuk beribadah. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah" (HR Bukhari). Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah?" Rasulullah menjawab, "Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid." (HR Bukhari).
Puasa sebelum Idul Adha memiliki tiga bentuk utama: Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah. Masing‑masing memiliki waktu pelaksanaan dan niat yang berbeda.
- Puasa Dzulhijjah – Dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Ini merupakan puasa sunnah yang dianjurkan di awal bulan Dzulhijjah, tepat sebelum Idul Adha.
- Puasa Tarwiyah – Dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum jamaah haji melakukan wukuf.
- Puasa Arafah – Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi yang tidak sedang menunaikan haji.
Berikut rincian tanggal dan waktu pelaksanaan puasa sunnah pada tahun 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dirilis Kementerian Agama Republik Indonesia dan Muhammadiyah:
Puasa Dzulhijjah 2026 – 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 dan 7 Dzulhijjah bertepatan pada Minggu, 24 Mei 2026. Penetapan akhir akan ditentukan setelah sidang isbat pada 17 Mei 2026.
Puasa Tarwiyah 2026 – 8 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 25 Mei 2026. Puasa ini dapat dilaksanakan pada hari tersebut.
Puasa Arafah 2026 – 9 Dzulhijjah diprediksi bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026. Puasa ini dapat dilaksanakan pada hari tersebut.
Setiap puasa memerlukan niat yang diucapkan sebelum memulai puasa. Berikut bacaan niatnya:
Puasa Dzulhijjah – نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى (Arab Latin: Nawaitu shauma syahri dzilhijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ). Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'ala."
Puasa Tarwiyah – نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى (Arab Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ). Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala." Jika lupa mengucapkan niat pada malam sebelumnya, dapat diucapkan pada siang hari sebelum masuk waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Puasa Tarwiyah siang hari – نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى (Arab Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ). Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta'ala."
Puasa Arafah – نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى (Arab Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ). Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala." Jika lupa mengucapkan niat pada malam sebelumnya, dapat diucapkan pada siang hari sebelum masuk waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Puasa Arafah siang hari – نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى (Arab Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ). Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'ala."
Keutamaan puasa sebelum Idul Adha dijelaskan dalam beberapa hadith. Pertama, hadith riwayat Abu Hurairah menyatakan bahwa berpuasa satu hari di awal bulan Dzulhijjah setara dengan berpuasa satu tahun penuh:
"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar" (HR At-Tirmidzi).
Keutamaan kedua berkaitan dengan penghapusan dosa. Hadith riwayat Abu as-Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar menjelaskan bahwa puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menghapus dosa:
"Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun." (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar).
Hadith lain menegaskan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang:
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang." (HR Muslim).
Dengan demikian, puasa sebelum Idul Adha tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang tinggi. Umat Islam yang tidak sedang menunaikan haji dianjurkan untuk melaksanakan puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Setiap puasa memerlukan niat yang jelas, dan jika lupa, niat dapat diucapkan pada siang hari sebelum Zuhur.
Keutamaan puasa ini mencakup pengampunan dosa, peningkatan pahala, dan kesetaraan satu hari puasa dengan satu tahun berpuasa. Selain itu, puasa Tarwiyah dan Arafah juga memiliki nilai penghapus dosa yang signifikan. Melalui puasa sebelum Idul Adha, umat dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, menambah amal ibadah, dan mempersiapkan diri untuk hari raya Idul Adha yang penuh makna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz