Jalan Desa Sadu Berbatu, Warga Gagal Perbaikan, Frustrasi
Gambar atau konten salah?
Jalan di Desa Sadu, Musi Rawas, Sumatera Selatan kini dalam kondisi parah. Jalan yang masih berupa tanah tidak dapat dilalui kendaraan, membuat aktivitas harian warga terganggu.
Warga merespons dengan memasang bubu—perangkap ikan—di jalur tersebut. Sementara itu, para pelajar mengekspresikan ketidakpuasan mereka dengan mengadakan aksi foto di jalan yang digenangi air keruh dan lumpur, lalu memposting hasilnya di media sosial.
Lokasi jalan ini terletak di Desa Sadu, Kecamatan BTS Ulu, Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kondisinya semakin memprihatinkan setelah hujan deras beberapa pekan terakhir membuat jalan menjadi berlumpur.
Sabtu, 18 April 2026, Camat BTS Ulu Marzuki Usman mengungkapkan alasan belum ada perbaikan. Ia mengatakan, "Jalan itu terletak dalam hutan kawasan sehingga untuk perbaikannya seperti melakukan pengaspalan itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Pihak Pemkab Mura pada tahun lalu juga pernah berupaya dengan melakukan pengerasan pada jalan tersebut menggunakan agregat," ia menambahkan.
Menurut Marzuki, "Kalaupun jalan itu sudah bukan dalam hutan kawasan lagi pasti pemerintah bisa melakukan perbaikan jalan itu. Kemudian selain jalan itu juga, akses jalan Desa Sembatu Jaya yang rusak juga termasuk dalam hutan kawasan. Jadi ada dua desa itu yang posisi jalannya yang rusak namun masuk ke dalam hutan kawasan," ia katakan.
Ia menjelaskan bahwa struktur tanah di jalan tersebut terbilang labil, sehingga pengerasan tidak bertahan lama. Jalan tersebut juga sering dilalui oleh mobil angkutan yang melebihi kapasitas beban, menambah kerusakan.
Di daerah lain, seperti Gunung Kembang, jalan sudah hotmix (pengaspalan). Marzuki menegaskan, "Kalau daerah lain bagus, bahkan di Gunung Kembang itu sudah hotmix (pengaspalan). Jadi faktor kerusakan jalan itu disebabkan angkutan berlebihan serta hujan deras," ia sampaikan.
Ia juga mengimbau kepada perangkat desa, termasuk kepala desa, agar mengingatkan angkutan untuk tidak melebihi kapasitas muatan saat melewati jalan desa. Namun ia menegaskan, "Tapi kita sifatnya masih sebatas imbauan saja, karena memang bukan kewenangan kita untuk melarang angkutan yang melebihi muatan melintas," ia katakan.
Situasi ini menimbulkan rasa frustrasi di kalangan warga. Aktivitas sehari‑hari dan perekonomian desa terhambat karena jalan tidak dapat dilewati. Pemerintah belum menindaklanjuti perbaikan, sementara warga terus mencari solusi kreatif, seperti memasang bubu dan mengangkat isu ini lewat media sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Evaluasi CFD Palembang: PKL Dikonfigurasikan di Zona Khusus
Prabowo Tunjuk Nanik Deyang Jadi Kepala BGN, Harap MBG
Pemerintah Sumsel Peringatkan Risiko Penyakit Selama Kemarau
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
