Jalan Sekayu-Lubuklinggau longsor, satu lajur tersisa
Gambar atau konten salah?
Jalan nasional yang menghubungkan Sekayu dan Lubuklinggau di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, nyaris putus. Tanah di bawah aspal longsor, menyebabkan satu jalur tidak bisa dilewati. Perbaikan sedang dilakukan agar kendaraan tetap bisa melintas.
Dalam video yang beredar, longsor terjadi di Desa Sukarami, Kecamatan Lawang Wetan. Hanya satu lajur yang tersedia. Kendaraan harus bergantian lewat. Pembatas dipasang di pinggir jalan yang runtuh, supaya pengendara tidak terlalu dekat dengan tepi. Alat berat dan tiang pancang sudah terlihat di lokasi untuk memperbaiki bagian yang longsor.
Alfredo, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional I Wilayah Sumsel, membenarkan kejadian ini pada Sabtu, 11 Juli 2026 sore. Menurutnya, jalan itu sudah amblas sejak beberapa tahun terakhir. Penanganan sudah dimulai tahun ini. "Iya, aspalnya baru runtuh sore tadi (Sabtu). Titik itu memang tahun ini sudah masuk penanganan kita. Dan sedang ditangani. Saat ini sedang ada kegiatan penanganan longsoran dengan DPT (dinding penahan tanah), tadi pagi baru dilakukan pemancangan pertama untuk pondasi dinding penahan tanah," ujar Alfredo saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).
Alfredo menjelaskan, bagian bawah aspal sudah lama kosong atau gerowong. "Bagian bawahnya memang sudah lama gerowong, tinggal tunggu waktu saja. Makanya kita tangani, mungkin karena getaran pancang tadi, bagian aspal atasnya baru runtuh sedikit lebih lebar, cuma memang sudah masuk dalam perhitungan kami. Direncanakan paket ini selesai pada bulan Desember 2026," katanya. Amblasnya aspal bawah sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Penanganan dilakukan secara bertahap setiap tahun. "Sudah kita cicil penanganannya tiap tahun anggaran dan memang masih menyisakan 100 meter di titik yang sekarang masih amblas dan kita tuntaskan dipaket tahun ini," sambungnya.
Sebelumnya, akses jalan yang longsor itu panjangnya 300 meter. Lokasinya persis di tikungan sungai. Arus air terus menerjang tepian. "Karena memang posisinya pas di tikungan sungai, jadi langsung ditabrak arus dan terus tergerus," tambah Alfredo. Pekerjaan perbaikan dilakukan tanpa menutup akses jalan karena sisi yang belum amblas masih aman. Di bagian pinggir terdapat beton yang kokoh. "Cuma mungkin 1-2 minggu ini kami coba tambahkan cerucuk dari gelam dulu, biar ada tambahan perkuatan. Kemudian, bahu jalannya juga rigid, ada beton sehingga aman dilalui. Tapi, 1-2 hari ini kami perlebar biar pengendara lebih nyaman," ujarnya.
Ruas jalan ini sudah lama dikenal rawan longsor karena posisinya di tikungan sungai. Erosi air terus menggerus tanah di bawah aspal. Dengan pemancangan tiang dan dinding penahan tanah, diharapkan jalan bisa bertahan lebih lama. Sementara itu, pengendara diminta waspada saat melintas, terutama di jalur yang baru diperlebar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
