Jalan Sekayu-Lubuklinggau longsor, satu lajur tersisa

Yuli S. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Jalan Sekayu-Lubuklinggau longsor, satu lajur tersisa

Gambar atau konten salah?

Jalan nasional yang menghubungkan Sekayu dan Lubuklinggau di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, nyaris putus. Tanah di bawah aspal longsor, menyebabkan satu jalur tidak bisa dilewati. Perbaikan sedang dilakukan agar kendaraan tetap bisa melintas.

Dalam video yang beredar, longsor terjadi di Desa Sukarami, Kecamatan Lawang Wetan. Hanya satu lajur yang tersedia. Kendaraan harus bergantian lewat. Pembatas dipasang di pinggir jalan yang runtuh, supaya pengendara tidak terlalu dekat dengan tepi. Alat berat dan tiang pancang sudah terlihat di lokasi untuk memperbaiki bagian yang longsor.

Alfredo, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional I Wilayah Sumsel, membenarkan kejadian ini pada Sabtu, 11 Juli 2026 sore. Menurutnya, jalan itu sudah amblas sejak beberapa tahun terakhir. Penanganan sudah dimulai tahun ini. "Iya, aspalnya baru runtuh sore tadi (Sabtu). Titik itu memang tahun ini sudah masuk penanganan kita. Dan sedang ditangani. Saat ini sedang ada kegiatan penanganan longsoran dengan DPT (dinding penahan tanah), tadi pagi baru dilakukan pemancangan pertama untuk pondasi dinding penahan tanah," ujar Alfredo saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).

Alfredo menjelaskan, bagian bawah aspal sudah lama kosong atau gerowong. "Bagian bawahnya memang sudah lama gerowong, tinggal tunggu waktu saja. Makanya kita tangani, mungkin karena getaran pancang tadi, bagian aspal atasnya baru runtuh sedikit lebih lebar, cuma memang sudah masuk dalam perhitungan kami. Direncanakan paket ini selesai pada bulan Desember 2026," katanya. Amblasnya aspal bawah sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Penanganan dilakukan secara bertahap setiap tahun. "Sudah kita cicil penanganannya tiap tahun anggaran dan memang masih menyisakan 100 meter di titik yang sekarang masih amblas dan kita tuntaskan dipaket tahun ini," sambungnya.

Sebelumnya, akses jalan yang longsor itu panjangnya 300 meter. Lokasinya persis di tikungan sungai. Arus air terus menerjang tepian. "Karena memang posisinya pas di tikungan sungai, jadi langsung ditabrak arus dan terus tergerus," tambah Alfredo. Pekerjaan perbaikan dilakukan tanpa menutup akses jalan karena sisi yang belum amblas masih aman. Di bagian pinggir terdapat beton yang kokoh. "Cuma mungkin 1-2 minggu ini kami coba tambahkan cerucuk dari gelam dulu, biar ada tambahan perkuatan. Kemudian, bahu jalannya juga rigid, ada beton sehingga aman dilalui. Tapi, 1-2 hari ini kami perlebar biar pengendara lebih nyaman," ujarnya.

Ruas jalan ini sudah lama dikenal rawan longsor karena posisinya di tikungan sungai. Erosi air terus menggerus tanah di bawah aspal. Dengan pemancangan tiang dan dinding penahan tanah, diharapkan jalan bisa bertahan lebih lama. Sementara itu, pengendara diminta waspada saat melintas, terutama di jalur yang baru diperlebar.

longsorjalan nasionalperbaikan jalanMusi Banyuasindinding penahan tanahakses jalanrawan longsor

Komentar

Memuat komentar...