Jersey Pele 1958 Lelang NY, Nilai 100 Miliar Rupiah
Gambar atau konten salah?
Jersey biru yang dikenakan Pele pada laga final Piala Dunia 1958 akan dilelang di New York. Diperkirakan nilai jualnya akan menembus angka di atas 100 miliar Rupiah.
Pele, yang wafat pada Desember 2022 di usia 82 tahun, adalah satu-satunya pemain yang pernah memenangkan Piala Dunia sebanyak tiga kali, yakni pada 1958, 1962, dan 1970. Pada edisi 1958, ia menjadi pemain termuda yang tampil di final, berusia 17 tahun. Rekor tersebut masih menjadi miliknya sampai sekarang. Saat itu, ia mencetak dua gol yang membantu Brasil mengalahkan Swedia 5‑2.
Jersey otentik itu kini berada di rumah lelang Sotheby’s di New York. Proses bidding dibuka hingga 16 Juli 2026, tiga hari sebelum final Piala Dunia 2026. Warna biru dan nomor 10 tetap terlihat jelas pada kaos yang pernah dikenakan Pele saat berusia 17 tahun.
Awalnya, jersey tersebut diberikan Pele kepada rekan setimnya, Didi, setelah final. Keluarga Didi menyimpannya sampai 1993 lalu didonasikan ke Museum Olahraga Edvaldo Alves Santa Rosa. Museum tersebut memasukkannya ke daftar lelang di London pada 2004, dan laku seharga 59 ribu Pound. Namun, permintaan memorabilia olahraga yang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir membuat nilai jersey Pele diyakini akan naik drastis.
Sotheby’s memprediksi jersey Pele akan laku terjual di atas 6 juta Dolar, atau lebih dari 107 miliar Rupiah (1 Dolar = 17.847 Rupiah). Jika terjual di kisaran harga tersebut, maka jersey Pele hanya kalah dari jersey Diego Maradona dalam laga Argentina vs Inggris di Piala Dunia 1986, yang laku 9,3 juta Dolar pada 2022. Jersey Argentina milik Lionel Messi di Piala Dunia 2022 sejatinya laku terjual 7,8 juta Dolar pada 2023, namun saat itu yang dilelang adalah koleksi enam jersey yang dipakai La Pulga selama turnamen, bukan satu seperti milik Maradona dan Pele.
“Jersey itu sendiri dalam kondisi luar biasa untuk sesuatu yang hampir berusia 70 tahun,” ujar Brendan Hawkes selaku wakil presiden strategi olahraga Sotheby’s, dikutip The Guardian. “Salah satu hal yang mengejutkan saya saat pertama kali memegangnya adalah betapa kecilnya jersey itu. Pele bukanlah pria yang bertubuh besar dan dia mengenakan kaos ini saat berusia 17 tahun. Dia adalah anak muda yang kurus saat itu, dan jika Anda melihat foto‑foto dari pertandingan itu, kaos itu sebenarnya cukup kecil untuknya.” “Kami telah melihat pertumbuhan yang sangat besar di pasar ini selama lima tahun terakhir. Jersey hand of God milik Maradona masih menjadi patokan tertinggi untuk sebuah jersey sepak bola, tetapi kami menempatkan jersey (Pele) ini dalam orbit yang sama,” jelas Hawkes.
Keadaan jersey yang masih terjaga dengan baik menambah nilai historisnya. Ukuran kecil dan bahan yang masih utuh menunjukkan betapa berharganya barang ini bagi para kolektor. Pasar memorabilia olahraga, yang telah tumbuh secara signifikan, menempatkan barang-barang seperti jersey Pele di antara yang paling dicari.
Penjualan ini menjadi bukti bahwa artefak sepak bola yang berhubungan langsung dengan prestasi luar biasa tetap memiliki daya tarik tinggi di kalangan kolektor. Jersey Pele, selain menjadi simbol kejayaan pribadi, juga mencerminkan sejarah sepak bola yang tak lekang oleh waktu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
