Jumlah IPO di BEI Turun, Hanya 12 Calon Perusahaan Tersisa

Jaka M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id
Jumlah IPO di BEI Turun, Hanya 12 Calon Perusahaan Tersisa

Gambar atau konten salah?

Jumlah calon perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menurun pada 05 Juni 2025. Saat ini hanya 12 perusahaan yang masih menunggu giliran untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO), turun dari 15 perusahaan sebelumnya.

Penurunan ini terutama terjadi pada perusahaan dengan aset berskala besar, yaitu di atas Rp 250 miliar. Kini, 8 perusahaan masih berada dalam kategori tersebut, sementara sebelumnya jumlahnya 11 perusahaan. "8 Perusahaan aset skala besar, aset di atas Rp 250 miliar," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam laporannya pada 08 Juni 2026.

Untuk perusahaan menengah, yang memiliki aset antara Rp 50 miliar dan Rp 250 miliar, masih tersisa 4 perusahaan. Hingga kini, BEI hanya telah menyelenggarakan satu kali IPO, dengan total dana yang terkumpul sebesar Rp 300 miliar.

Kelima belas calon perusahaan tersebut tersebar di berbagai sektor, yaitu Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Financials, Healthcare, Infrastructures, dan Technology.

Nyoman menjelaskan bahwa penurunan jumlah calon emiten disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk revisi laporan keuangan, kelengkapan dokumen, dan proses persetujuan. "Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan LK terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, ada yang belum disetujui," terangnya.

Perusahaan yang sudah berhasil melakukan IPO adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Pada 10 April 2026, saham WBSA ditawarkan dengan harga Rp 226 per lembar. Penawaran ini mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,52% dan oversubscribe sebesar 386,86 kali. Melalui penawaran ini, BSA Logistics berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp 302,4 miliar.

Secara keseluruhan, BEI masih menunggu beberapa calon perusahaan untuk menyelesaikan proses persyaratan agar dapat masuk ke pasar saham. Sementara itu, satu IPO yang sudah berhasil menunjukkan potensi pasar yang tetap menarik bagi investor.

Bursa Efek Indonesiapenawaran umum perdanaaset berskala besarrevisi laporan keuanganoversubscribeBSA Logisticsautoreject

Komentar

Memuat komentar...