Dua Remaja Ditemukan Tewas di Jurang Gunung Bismo

Hari W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dua Remaja Ditemukan Tewas di Jurang Gunung Bismo

Gambar atau konten salah?

Dua remaja asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Wonosobo, ditemukan tewas setelah hilang selama belasan hari di Gunung Bismo. Mereka adalah Alifin Nur Rohmat (18) dan Yufaidin (15). Keduanya akrab disapa Apin dan Idin. Jasad mereka ditemukan di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter.

Menurut Solichun, seorang Ranger Gunung Prau, kedua korban naik ke gunung pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 11.30 WIB. "Keterangan dari masyarakat dan saksi itu bahwa sekitar pukul 11.30 WIB korban itu melakukan, bukan pendakian, tapi melakukan kegiatan di gunung. Mereka hanya membawa bekal makanan ringan seperti kerupuk dan sosis," kata Solichun saat dihubungi pada Senin, 13 Juli 2026.

Pencarian sempat dihentikan. Namun, jejak mereka akhirnya ditemukan di jurang sedalam 200 meter pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 13.00 WIB. "Untuk ditemukannya itu di jalur yang blank. Karena kemungkinan untuk korban itu jatuh. Di sekitar TKP dicari dengan membawa anjing pelacak itu memang sudah agak-agak bau-bau menyengat," ujar Solichun.

Proses evakuasi tidak mudah. Tim harus membuat angkur dua kali dengan tali sepanjang kurang lebih 100 meter. "Itu teman-teman bikin angkor sampai dua kali, berarti 200-an meter lebih. Betul (di jurang), tebing jurang," lanjutnya.

Solichun mengungkapkan bahwa Tim SAR gabungan sebenarnya sudah tiba di lokasi pada Sabtu, 11 Juli 2026 malam. Namun, karena waktu sudah larut, mereka harus mengikuti prosedur operasi standar (SOP) dan kembali ke pos. Pencarian dilanjutkan keesokan harinya. "Sudah di lokasi sekitar TKP, cuma karena waktunya sudah larut malam, karena sesuai SOP kita harus kembali ke pos, akhirnya teman-teman ditarik harus undur diri dan pulang. Kebetulan hari itu dilakukan penutupan pas kemarin hari Sabtunya," jelasnya. "Memang kemarin itu yang sampai ke titik sekitar lokasi tersebut itu hanya beberapa orang," tambahnya.

Medan di lereng selatan Gunung Bismo menjadi tantangan utama. Pepohonan lebat membuat sinar matahari sulit menembus. "Kesulitannya itu kebetulan Gunung Bismo di bagian lereng selatan itu banyak tempat-tempat yang blank. Jadi banyak jurang-jurang yang curam. Gunung Bismo itu banyak tempat yang memang tidak terkena sinar matahari secara langsung masih sangat rimbun dan seperti hutan tropis," beber Solichun.

Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro, mengatakan jenazah kedua remaja itu ditemukan oleh relawan dan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri di kawasan lembah sekitar Curug Tiga pada Minggu, 12 Juli 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. "Sebenarnya operasi pencarian sudah ditutup pada Sabtu (11 Juli) namun tim dari Wanadri berhasil turun ke curug tersebut dan menemukan kedua korban," kata Sumekto melalui sambungan telepon, Senin, 13 Juli 2026.

Setelah keberadaan korban diketahui, para relawan kembali ke gunung dan melakukan evakuasi. Proses ini memakan waktu cukup lama hingga malam hari karena medan yang sulit. "Itu kedalamannya kira-kira sekitar 200 meter. Kondisi hutan juga masih rapat. Berhasil dievakuasi tadi malam," ujar Sumekto.

Sumekto menduga kedua korban telah meninggal cukup lama saat jenazahnya ditemukan. Mereka ditemukan dengan jarak yang cukup berjauhan. "Dugannya sudah meninggal lama. Ditemukannya agak berjauhan satu sama lain," tuturnya.

Setelah dievakuasi, jenazah kedua korban dibawa ke rumah sakit untuk disucikan. Kemudian, jenazah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Kedua remaja itu hanya membawa bekal makanan ringan seperti kerupuk dan sosis saat naik ke gunung. Mereka tidak melakukan pendakian resmi, melainkan kegiatan lain di area gunung. Medan yang sulit dan jurang curam menjadi faktor utama yang mempersulit pencarian dan evakuasi.

remaja tewasGunung BismoWonosoboevakuasijurangpencariankorban

Komentar

Memuat komentar...