ASN Izin Terlambat Demi Antar Anak Hari Pertama Sekolah
Gambar atau konten salah?
Hari pertama sekolah adalah momen yang sangat berarti bagi Linda. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di UPT BLK Wonojati, ia rela datang terlambat ke kantor. Alasannya sederhana: ia ingin mengantar dan mendampingi putrinya yang baru pertama kali masuk Sekolah Dasar (SD).
Di tengah tanggung jawabnya sebagai abdi negara, Linda memilih untuk mengutamakan momen spesial sang anak. Putrinya kini mulai bersekolah di SD Immanuel Kota Batu. Keputusan Linda ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ternyata sudah memberikan izin khusus untuk hal seperti ini.
Para ASN mendapat kelonggaran pada hari pertama masuk sekolah. Mereka diizinkan datang terlambat ke kantor. Tujuannya jelas: mendampingi anak-anak mereka memulai tahun ajaran baru. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi orang tua yang bekerja sebagai pegawai negeri.
Linda menjelaskan, peralihan dari TK ke SD bukan perkara mudah bagi anak. Dibutuhkan adaptasi yang besar. Karena itu, kehadiran orang tua di hari pertama sekolah menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar. Ini penting untuk menguatkan mental anak di lingkungan yang baru.
"Peralihan dari anak saya dari TK ke SD, jadi memang pendampingan di hari pertama itu sangat penting, juga untuk menguatkan mentalnya anak juga," kata Linda saat ditemui di SD Immanuel Kota Batu pada Senin, 13 Juli 2026.
Bagi Linda, meluangkan waktu di pagi hari adalah bentuk dukungan penuh dari keluarga. Ia ingin memastikan putrinya merasa aman dan nyaman saat memulai langkah awal di dunia sekolah dasar. "Jadi biar dia merasa bahwa orang tuanya juga men-support dia pada saat hari pertama masuk sekolah, khususnya di SD," tambahnya.
Pengorbanan waktu Linda terbayar sudah. Kehadirannya di sekolah membuat sang anak menyambut hari pertama dengan ceria dan antusias. Tidak ada rasa cemas yang berlebihan. Apalagi setelah liburan panjang, momen diantar langsung oleh orang tua menjadi sangat spesial.
"Ya pasti ceria, anak juga senang. Senang juga pasti karena bisa didampingi sama orang tuanya untuk hari pertama masuk sekolah. Karena kan sudah libur lama, sudah libur panjang, jadi bisa mengantarkan hari pertama sekolah itu memang sangat luar biasa sekali," tuturnya.
Kebijakan memperbolehkan orang tua mendampingi siswa baru ternyata sejalan dengan program sekolah. Kepala Sekolah SD Imanuel Kota Batu, Rina Setyowati, menjelaskan bahwa pihak sekolah memang memberi kelonggaran bagi wali murid kelas 1. Terutama selama pekan pertama sekolah.
"Kalau di SD Imanuel itu sudah berjalan sekitar 3 tahun orang tua mengantar anak sekolah," jelas Rina. "Terutama di hari pertama, dan terutama untuk anak SD yang kelas 1 itu masih kami perbolehkan untuk satu minggu mendampingi anak-anak yang masih belum bisa ditinggal. Tapi kalau anak-anak sudah mandiri, ya orang tua bisa melepas di hari kedua," imbuhnya.
Menurut Rina, kehadiran orang tua di hari-hari awal sekolah memberikan dampak psikologis positif bagi anak-anak. Ada rasa bangga dan sukacita yang terpancar dari wajah mereka. "Kami melihat anak-anak dengan bangga kalau diantarkan orang tua, terus orang tua pamitan. Anak-anak itu ada rasa kebanggaan, mereka penuh sukacita. Sangat banyak memberi support kepada anak-anak dibanding yang enggak diantar. Anak-anak yang tidak diantar itu kelihatan wajahnya sedih sambil melihatin temannya," terangnya.
Tahun ajaran ini, SD Imanuel Kota Batu menyambut 60 siswa baru. Mereka terbagi ke dalam tiga rombongan belajar. Di hari pertama, sekolah tidak langsung memberikan materi pelajaran berat. Fokusnya adalah adaptasi dan pengenalan lingkungan melalui permainan interaktif.
"Biasanya kami masih game-game aja. Ini kan tema kami tentang 'Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat'. Paling nanti kami nyanyi-nyanyi dulu, kemudian ada games bertemakan itu seperti lempar bola. Untuk hari kedua nanti kami ada senam dan mewarnai, yang semuanya masih seputaran tema tersebut agar anak-anak bisa lebih enjoy," tandasnya.
Kebijakan pemerintah yang memberi kelonggaran bagi ASN untuk mendampingi anak di hari pertama sekolah menunjukkan bahwa momen transisi dari TK ke SD dianggap penting. Sekolah pun mendukung dengan program adaptasi yang tidak membebani anak secara akademis. Pendampingan orang tua di hari-hari awal terbukti membantu anak merasa lebih percaya diri dan bahagia saat memulai pengalaman baru di lingkungan sekolah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
ASN Izin Terlambat Demi Antar Anak Hari Pertama Sekolah
NON by KKDC: Kafe dengan Galeri Cahaya Imersif di Wijaya
Wisatawan Diseruduk Bison di Yellowstone, Terlempar 2,4 Meter
Kane Redam Ketegangan Usai Tuchel Kritik Bellingham
Marquez Dekati Rekor 89 Kemenangan Rossi
Meta Terancam Denda Rp191 Triliun karena Bikin Kecanduan
Lima Kabupaten Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla
Taput Bangun Mal Pelayanan Publik Rp7,2 Miliar Tahun Ini