Kamboja Kalah 0-2 dari Australia, Akhiri Piala AFF U-17
Gambar atau konten salah?
Pada Jumat (17 April 2026) sore, Kamboja menghadapi Australia di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo dalam laga terakhir Grup C Piala AFF U-17. Tim Kamboja gagal mengamankan 0-2 dan harus menundukkan mimpi lolos ke semifinal Piala AFF U-17.
Pelatih Khemrin Khek menegaskan bahwa meski hasil tidak memuaskan, ia tetap fokus pada motivasi pemain. “Setiap selesai pertandingan, saya selalu memotivasi para pemain. Mereka harus bisa melihat perkembangan diri mereka dan hal-hal positif yang sudah dilakukan,” ujar Khek seusai pertandingan.
Ia menekankan bahwa proses pembinaan pemain muda tidak hanya soal hasil, tetapi juga bagaimana pemain belajar dan berkembang dari setiap pertandingan. Menurutnya, pengalaman menghadapi lawan kuat seperti Australia menjadi pelajaran penting bagi para pemain muda. Kempain Khek menilai bahwa setiap kekalahan memberi pelajaran yang tak ternilai bagi pemain muda.
Sementara itu, Samnang Phaen, pemain Kamboja, mengakui bahwa kualitas Australia berada di level berbeda, terutama dari sisi individu hingga permainan tim. “Dari yang saya lihat, pemain Australia punya skill individu yang bagus, fisik yang kuat, serta umpan-umpan cepat dan berkualitas,” ungkap Khek.
Khek menilai laga ini sebagai pengalaman berharga yang dapat menjadi tolok ukur bagi timnya untuk terus berkembang. Ia percaya bahwa hasil ini akan memotivasi pemain untuk meningkatkan level permainan ke depan.
Kekalahan ini menandai akhir perjalanan Kamboja di fase grup, namun pengalaman menghadapi Australia memberikan bekal penting bagi para pemain muda untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
