SD Boyolali Hanya Punya Satu Murid Baru

Ningsih R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
SD Boyolali Hanya Punya Satu Murid Baru

Gambar atau konten salah?

Di sebuah desa di Boyolali, hanya satu anak yang duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cepokosawit tahun ini. Khanza, seorang bocah perempuan, menjadi satu-satunya siswa baru di sekolah yang terletak di Kecamatan Sawit tersebut. Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN 2 Cepokosawit hanya menerima satu murid baru.

Andiyani Mudrikah, guru kelas 1 SDN 2 Cepokosawit, mengaku sempat merasa minder. Namun ia menegaskan bahwa jumlah murid tidak mengurangi semangat mengajar. "Ya awalnya merasa apa ya, minder ada. Tapi balik lagi kita harus seberapapun muridnya, harus tetap semangat, kita layani sebaik-baiknya," ujarnya saat ditemui di sekolah pada Senin, 13 Juli 2026.

Andriyani menambahkan, meskipun hanya satu murid, pihak sekolah berkomitmen memberikan pendidikan terbaik. Orang tua Khanza telah mempercayakan anaknya bersekolah di SDN ini. "Jadi harus optimal juga untuk mengajarnya," kata dia.

Sekolah sudah berupaya keras mencari siswa baru. Mereka melakukan pendekatan langsung ke masyarakat di desa-desa sekitar. Namun kenyataannya, anak-anak usia masuk SD di wilayah itu sangat sedikit. "Kami sudah ke TK-TK (Taman Kanak-kanak) juga untuk sosialisasi dan di TK pun juga hanya meluluskan 4 atau 5 siswa. Langkah dari SD ini tidak kurang-kurang. Bahkan satu anak (murid baru) yang kita jemput bola itu, kita datangi ke rumahnya itu 3 sampai 4 kali untuk memastikan anak itu mau sekolah di sini," jelas Andriyani.

Menariknya, Khanza bukan berasal dari Desa Cepokosawit. Ia tinggal di Dukuh Tegalsono, Desa Kemasan, Kecamatan Sawit — kampung yang bersebelahan dengan Desa Cepokosawit.

Total siswa di SDN 2 Cepokosawit saat ini hanya 25 anak. Rinciannya: kelas 1 satu siswa, kelas 2 enam siswa, kelas 3 empat siswa, kelas 4 dua siswa, kelas 5 empat siswa, dan kelas 6 delapan siswa. "Jadi ya di bawah 10 (siswa) semua (setiap kelasnya)," tambah Andriyani.

Guru kelas VI, R Pudwati, mengungkapkan bahwa SDN 2 Cepokosawit sebenarnya termasuk sekolah favorit. Namun angkatan sekolah SD di masyarakat memang sangat sedikit. Di Desa Cepokosawit, anak seusia Khanza yang masuk SD tahun ini hanya ada dua. "Angka kelahiran 2 anak yang seangkatan Khanza ini," imbuhnya.

Meski sendirian di kelas, Khanza tetap bersemangat. Pada hari pertama masuk sekolah, ia masih mengenakan seragam TK-nya. Khanza mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan didampingi Andriyani Mudrikah. Mereka berkeliling mengenal ruang kelas dan fasilitas sekolah. Bocah ini mengaku senang. "Senang," kata Khanza singkat.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di SDN 2 Cepokosawit. Di SDN 1 Cepokosawit, jumlah murid baru tahun ajaran 2026/2027 juga hanya dua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengakui ada SD dengan jumlah siswa sangat sedikit. Termasuk SDN di Cepokosawit. "Lha ini memang ya fenomena yang apa adanya dan di beberapa angkatan kemarin juga ada yang sama sekali tidak dapat murid di sekolah tersebut," kata Kuncoro.

Ia menjelaskan beberapa penyebab minimnya murid. Jumlah sekolah yang banyak menjadi salah satu faktor. Selain itu, angkatan sekolah atau anak yang lulus TK hanya sedikit. "Dan memang di wilayah Kecamatan Sawit, itu baik yang lulusan SD ke SMP maupun TK yang ke SD ini jumlahnya paling sedikit dibandingkan dengan wilayah kecamatan yang lain," jelasnya.

Di seluruh Kabupaten Boyolali, banyak SD yang rombongan belajar (Rombel) kelas 1 tahun ajaran baru ini tidak terpenuhi. "Hanya beberapa SD yang favorit yang jumlahnya sampai 28 (jumlah rombel per kelas) juga sangat terbatas sekali. Jumlahnya sedikit sekali yang sampai penuh dalam satu Rombel itu 29 murid," pungkasnya.

Kondisi ini menggambarkan tantangan pendidikan di daerah dengan angka kelahiran rendah dan persebaran sekolah yang tidak merata. Sekolah-sekolah kecil seperti SDN 2 Cepokosawit harus berjuang keras untuk tetap bertahan dan memberikan layanan pendidikan meskipun hanya melayani segelintir siswa.

SDN 2 Cepokosawitsatu murid baruBoyolaliangka kelahiran rendahsekolah favoritminim siswatantangan pendidikan

Komentar

Memuat komentar...