Kartu Merah Cubarsi Membuat Barcelona Kalah 0-2 di Camp Nou
Gambar atau konten salah?
Kartu merah Pau Cubarsi menjadi titik balik ketika Barcelona menjuarai Atletico Madrid di Camp Nou pada 9 April 2026. Pertandingan berakhir 0-2, dengan gol Julian Alvarez dan Alexander Sorloth.
Barcelona harus menahan satu pemain sejak menit ke‑44. Cubarsi, bek berusia 19 tahun, langsung diusir oleh wasit Istvan Kovac. Keputusan itu membuat tim tuan rumah bermain 10 orang.
Insiden terjadi ketika Simeone, yang sedang menunggu umpan terobosan, berada di posisi menembak. Cubarsi melakukan kontak, namun bola masih berada di belakang Simeone. Situasi ini menimbulkan kontroversi di antara para komentator.
Eks penyerang Barcelona, Thierry Henry, yang menjadi komentator untuk CBS Sports, menyatakan, "Tidak, tidak, tidak. Bagi saya, itu bukan kartu merah. Maaf ya, saya memahami aturannya. Orang terakhir, menggagalkan kesempatan mencetak gol, tapi kita harus melihat situasinya," katanya.
Ia melanjutkan, "Bolanya tak sepenuhnya dalam kendalinya, sudutnya tidak sempurna, dan masih ada jarak ke gawang. Apakah kita yakin dia akan mencetak gol? Saya tak yakin."
Henry menegaskan, "Menurut saya itu kartu kuning, bukan merah. Sebab saat Anda mengusirnya, Anda mengubah keseluruhan pertandingan. Dan di Liga Champions, Anda mesti 100% yakin. Menurut saya, wasitnya bertindak terlalu cepat."
Keputusan wasit menimbulkan dampak langsung pada dinamika permainan. Barcelona kehilangan peluang penting, sementara Atletico Madrid memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengamankan kemenangan.
Secara keseluruhan, kartu merah Cubarsi menjadi sorotan utama. Meskipun keputusan wasit terasa prematur menurut Henry, pengaruhnya pada hasil akhir tidak dapat diabaikan. Pertandingan ini menegaskan betapa pentingnya kontrol situasi di lapangan, terutama di kompetisi tingkat tinggi seperti Liga Champions.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
