Kemdiknas Tutup Prodi Pendidikan, Fokus 8 Industri Strategis
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan rencana menutup sejumlah program studi (prodi) yang tidak sejalan dengan kebutuhan industri strategis nasional.
Dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026, Sekretaris Jenderal Badri Munir Sukoco menyampaikan bahwa prodi di perguruan tinggi akan disesuaikan dengan delapan bidang industri strategis: kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, serta maritim.
“Ada 8 industri strategis yang perlu digagas, perlu ditumbuhkan, kalau bisa tumbuhnya tuh di atas 12‑15%,” kata Badri, menekankan pentingnya pertumbuhan industri tersebut.
Badri mengajak perguruan tinggi untuk selektif dalam menutup prodi yang tidak relevan. Ia juga menegaskan bahwa Kemdiktisaintek mengharapkan dukungan dari Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) dalam melaksanakan rencana ini.
Menurut Badri, salah satu bidang prodi yang mengalami oversupply adalah pendidikan. Ia menyebut, “Keguruan kita meluluskan tiap tahun 490 ribu,” sementara kebutuhan lulusan keguruan hanya 20 ribu.
Statistik Pendidikan Tinggi 2024, dirilis pada 10 Oktober 2025, menunjukkan bahwa bidang ilmu yang menghasilkan lulusan terbanyak masih dominan pada pendidikan, ekonomi, dan sosial. Berikut prodi dengan lulusan terbanyak di Indonesia pada tahun ajaran 2023/2024:
- Pendidikan profesi guru: 162.521 mahasiswa
- Manajemen: 151.679 mahasiswa
- Akuntansi: 68.015 mahasiswa
- Pendidikan guru sekolah dasar: 61.756 mahasiswa
- Ilmu hukum: 54.887 mahasiswa
- Pendidikan agama Islam: 52.798 mahasiswa
- Kebidanan: 36.899 mahasiswa
- Teknik informatika: 35.919 mahasiswa
- Ilmu komunikasi: 33.704 mahasiswa
- Keperawatan: 32.475 mahasiswa
- Farmasi: 29.183 mahasiswa
- Teknik sipil: 27.304 mahasiswa
- Sistem informasi: 25.866 mahasiswa
- Ilmu keperawatan: 24.937 mahasiswa
- Pendidikan profesi bidan: 21.467 mahasiswa
- Psikologi: 19.958 mahasiswa
- Hukum: 18.825 mahasiswa
- Pendidikan bahasa Inggris: 18.139 mahasiswa
- Profesi ners: 16.128 mahasiswa
- Ekonomi syariah: 15.077 mahasiswa
Rencana penutupan prodi ini menandai upaya pemerintah untuk menyelaraskan pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja, mengurangi ketidaksesuaian antara jumlah lulusan dan permintaan industri, serta mendorong pertumbuhan sektor strategis yang lebih berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
